Bupati Serang Lantik 10 Pejabat Eselon III

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah memasang lencana jabatan kepada camat yang dilantik di halaman pendopo bupati Serang, Selasa (8/5).

SERANG – Sebanyak sepuluh pejabat eselon III dilantik Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah di pendopo bupati Serang, Selasa (8/5). Kesepuluh pejabat itu terdiri atas empat pejabat dipromosikan menjadi camat dan enam camat mengalami pergeseran wilayah.

Empat pejabat yang dipromosikan menjadi camat, yakni Jonni Setiaboedhi, Daba, Efi Saparudin Sukma, dan Basuki Mindar. Keempat camat menggantikan camat sebelumnya yang memasuki masa pensiun. Sementara camat yang mengalami pergeseran, yakni Wawan Setiawan yang digeser dari Camat Ciruas menjadi Camat Kramatwatu, Mochammad Agus digeser dari Camat Petir menjadi Camat Cikande. Kemudian, Encep Benyamin Sumantri dari Camat Cikeusal geser menjadi Camat Puloampel, Adang Rachmat dari Camat Kramatwatu geser menjadi Camat Ciruas, Deni Firdaus Suryaningrat geser dari Camat Gunungsari menjadi Camat Cinangka, dan Ajat Sudrajat geser dari Camat Cikande menjadi Camat Petir.

Para camat yang akan dilantik tampak gagah mengenakan seragam serba putih lengkap dengan pangkat, pet, dan lencana. Proses pelantikan disaksikan langsung oleh istri masing-masing camat. Turut hadir Penjabat Sekda Pemkab Serang Agus Erwana, Ketua DPRD Kabupaten Serang Muhsinin, dan sejumlah pejabat Pemkab Serang.

Dijelaskan Tatu, rotasi jabatan dan pengangkatan camat sudah sesuai kebutuhan. Pemkab, kata Tatu, akan terus melakukan penilaian dan pengawasan kepada seluruh camat selama menjalankan tugasnya.

“Jabatan itu bukan hadiah, tapi amanah,” pesan ibu tiga anak itu.

Tatu pun mengimbau, camat yang dilantik bisa dekat dengan masyarakat dan mengetahui segala persoalan yang ada di wilayah kerjanya. Tatu juga menekankan kepada para camat agar dapat menetap di rumah dinas yang disediakan. Politikus Partai Golkar itu mengatakan, camat merupakan kepanjangan tangan bupati di masyarakat. Oleh karena itu, ia meminta para camat intens berkomunikasi dan berkoordinasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan masyarakat umum lainnya. Ia berharap, semua persoalan masyarakat bisa diselesaikan di tingkat kecamatan.

“Kalau diibaratkan, camat ini bupati di tingkat kecamatan,” tandas Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Banten itu.

Sementara Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Serang Tubagus Entus Mahmud Shahiri mengungkapkan, enam dari sepuluh camat yang dilantik merupakan camat lama. Empat camat lainnya dipromosikan berdasarkan pertimbangan hasil asesmen. “Sebelumnya ada tiga kecamatan yang kosong, ada yang pensiun, ada juga yang meninggal dunia,” ungkapnya.

Diakui Entus, saat ini tercatat masih ada enam jabatan eselon III yang kosong. Empat di antaranya jabatan sekretaris dinas (sekdis) dan dua jabatan sekretaris camat (sekmat). Pelantikan camat didahulukan lantaran fungsinya strategis di tengah-tengah masyarakat.

“Jabatan kosong lain akan kita lakukan insya Allah setelah Lebaran (Idul Fitri-red) atau akhir tahun. Sekarang kita masih evaluasi,” pungkasnya. (Rozak/RBG)