Bupati Tatu Ingin Rastra Diambil dari Gabah Petani Lokal

0
517 views

SERANG – Pemerintah Kabupaten Serang bersama Kodim 0602/Serang, Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub-Divre Serang, Badan Ketahanan Pangan Kota Serang dan Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Serang, menggelar Rapat Koordinasi Serapan Gabah Petani (Sergab) tahun 2017, bertempat di Indoor Makodim 0602/Serang, Jl Raya Serang-Pandeglang KM45 Tembong, Kota Serang, Jumat (10/3).

Dalam rapat tersebut, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menginginkan agar beras sejahtera (rastra) yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Serang dapat diambil dari gabah produksi para petani di Kabupaten Serang itu sendiri.

“Kita duduk bersama di sini, untuk mengupayakan untuk mendorong petani dalam meningkatkan produksi karena swasembada pangan yang harus tercapai. Dan di dalamnya, TNI harus diturunkan. Sementara di 2017, perolehan gabah di Kabupaten Serang ini besar tetapi permasalahan belum dapat direalisasikan. Maka dari itu kami mengupayakan agar hal itu dapat direalisasikan, supaya harga (gabah) petani tidak anjlok. Itu yang diinstruksikan oleh Kementerian Pertanian,” katanya.

Masih kata dia, saat ini penyerapan gabah yang ditugaskan untuk Kabupaten Serang berjumlah 42.167 ton yang harus dapat tercapai di tahun ini.

“Kabupaten Serang selalu surplus, tadi saya sampaikan ke Bulog agar beras rastra didrop dari beras Kabupaten Serang sendiri, dari kita untuk kita. Karena petani harus memahami kriteria dari Bulog, dan Bulog harus menerima masukan-masukan dari petani. Fungsinya kami Pemda, Dandim dan Bulog mendampingi petani untuk mencapai kriteria baik dalam menjual beras dan gabah giling,” ujarnya.

Sementara itu, masih di kesempatan yang sama, Dandim 0602/Serang Letkol Infanteri Oki Andriansyah Adiwirya menginginkan, dengan ditandatanganinya nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara Pemkab Serang, Bulog dan Kodim 0602/Serang, dapat bersinergitas terkait penyaluran swasembada pangan yang sejahtera.

“Kita sudah tandatangan MoU dengan Kementan untuk pendampingan upaya khusus swasembada pangan, baik dari hulu ke hilirnya akan kita kawal. Bulog sebagai BUMN, Pemda dan kami sebagai pendamping, kita akan bekerja dengan baik. Saya sudah perintahkan pendampingan Danramil dan Babinsa agar mendampingi proses itu,” ujarnya.

Kepala Bulog Sub-Divre Serang, Sony Supriyadi mengatakan, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan yang harus diketahui pemerintah dan masyarakat.

“Walaupun keinginan pemerintah berisiko akan kami upayakan, tapi kalau permintaan begitu banyak kami juga kewalahan. Kami mohon dipahami oleh pemerintah, kenapa kami memberikan kriteria kadar air yang tidak boleh di atas 14 persen, karena itu terkait dengan masa simpan, maka kami berharap petani dan masyarakat penerima raskin dapat mengerti,” jelasnya.

Musim hujan yang saat ini sering terjadi, dianggap Bulog juga merupakan satu kendala yang berarti bagi kualitas gabah. “Kalau musim hujan seperti saat ini, kualitas gabah juga berdampak, karena kadar air yang relatif tinggi rata-rata 15-16 persen, itu kalau disimpan satu bulan pun sudah busuk. Padahal satu sisi, kami harus menyimpan stok untuk jangka waktu yang lama,” katanya. (Wirda)