Bupati Tatu Komitmen Berantas Calo Tenaga Kerja

Disinyalir Penyebab Meningkatnya Angka Pengangguran

Ratu Tatu Chasanah

SERANG – Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah berkomitmen untuk memberantas calo tenaga kerja di Kabupaten Serang. Maraknya calo tenaga kerja diduga menjadi penyebab meningkatnya angka pengangguran.

Tatu mengungkapkan, pihaknya masih menerima banyak keluhan soal maraknya praktik percaloan tenaga kerja di Kabupaten Serang. Tatu menduga, percaloan tenaga kerja melibatkan beberapa pihak, baik oknum luar maupun oknum internal perusahaan. “Kalau hanya oknum luar saja tidak mungkin. Ini yang akan kita sampaikan ke perusahaan,” ujar Tatu kepada wartawan di halaman Pemkab Serang, Rabu (7/11).

Lantaran itu, Bupati perempuan pertama di Kabupaten Serang ini berjanji, pihaknya akan menelusuri praktik percaloan tenaga kerja di Kabupaten Serang. Bahkan, Tatu mengancam akan melaporkan pelaku praktik percaloan tenaga kerja kepada pihak berwajib. “Ini sudah masuk ranah Saber Pungli (sapu bersih pungutan liar-red),” tegasnya.

Peran Pemkab Serang dalam melakukan pengawasan ketenagakerjaan, lanjut Tatu, akan dipertegas dengan pembentukan peraturan daerah (perda) yang saat ini sedang dibahas di DPRD. “Dengan perda ini (Perda Ketenagakerjaan-red), nanti akan diperjelas bagaimana aturannya,” jelasnya.

Tatu mengakui, pengangguran masih menjadi persoalan mendasar di Kabupaten Serang. Oleh karena itu, pihaknya ke depan berencana mengundang Badan Pusat Statistik (BPS) untuk berkonsultasi mengenai persoalan tersebut.

“Apa sih yang dinilai (meningkatnya angka pengangguran-red), khawatir OPD (organisasi perangkat daerah) belum paham indikatornya. Supaya program kita searah,” terang Tatu yang ditemui wartawan di halaman Pemkab Serang, Rabu (7/11).

Dijelaskan Tatu, metode survei BPS yaitu menghitung semua warga Kabupaten Serang. Padahal, Tatu mensinyalir banyak juga warga pendatang yang berstatus pengangguran. “Saya kira hanya warga yang punya KTP Kabupaten Serang saja (yang menjadi perhitungan BPS-red), tapi warga pendatang yang sudah enam bulan menetap di Kabupaten Serang juga dihitung,” ujar politikus Partai Golongan Karya (Golkar) ini.

Sementara, kata Tatu, Kabupaten Serang merupakan wilayah industri yang bisa menarik minat banyak penduduk luar daerah untuk datang mencari kerja. Sedangkan masih banyak masyarakat lokal tidak terakomodasi di perusahaan. “Kita lihat saja, pas hari raya banyak pekerja yang mudik. Berarti banyak warga luar daerah,” tandas ibu tiga anak ini.

Diberitakan sebelumnya, Kepala BPS Provinsi Banten Agoes Soebeno menyebutkan angka pengangguran di Provinsi Banten tertinggi di Indonesia, yakni 8,52 persen. Namun, terjadi penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) hampir di semua kabupaten kota, kecuali Kota Tangerang terjadi peningkatan menjadi 7,41 persen.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Serang Heri Azhari mendukung komitmen bupati untuk memberantas praktik percaloan tenaga kerja. Menurutnya, Pemkab Serang harus bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan untuk merekrut tenaga kerja. “Jika perusahaan membutuhkan pekerja harus melalui pemerintah daerah, bisa melalui job fair, atau lainnya,” ujarnya.

Menurut Heri, lapangan kerja di Kabupaten Serang sangat terbuka. Hanya saja, belum ada komitmen dari perusahaan untuk mengutamakan tenaga kerja lokal. “Di wilayah Timur dan Barat ada sekitar 600 perusahaan. Minimal ada skala prioritas untuk pekerja lokal,” saran politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu. (Rozak/RBG)