Bupati Tatu: Perusahaan Dituntut Perbaiki Lingkungan

SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang akhirnya berhasil memanggil sejumlah perusahaan yang diduga sebagai penyebab banjir di wilayah Kecamatan Bojonegara dan langsung audiensi di Pendopo Bupati, Senin (13/1). Hasil audiensi, Pemkab menuntut perusahaan untuk bertanggung jawab dengan memperbaiki lingkungan yang terdampak banjir.

Audiensi dipimpin langsung Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah. Hadir Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Serang, masyarakat, dan sejumlah instansi terkait. Jalannya audiensi dilakukan semi tertutup karena banyaknya warga yang hadir sehingga melebihi kapasitas. Awak media yang masuk ke ruangan juga dibatasi. Puluhan warga masih menunggu di luar halaman pendopo. Pintu masuk Pendopo Bupati juga dijaga ketat petugas Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Tatu mengaku sudah menyampaikan beberapa hal kepada pihak perusahaan dalam audiensi. Di antaranya perusahaan diminta memperbaiki saluran air dari mulai hulu sampai hilir. Untuk hulu, perusahaan disarankan membangun sabo dam (alat untuk mengendalikan aliran sedimen-red), sementara pada bagian hilir harus dinormalisasi. Selain memperbaiki aliran sungai, pihaknya juga menuntut perusahaan memperbaiki jembatan yang sempit agar disesuaikan dengan pelebaran sungai.

“Kalau tahun ini pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa untuk jembatan karena belum teranggarkan. Makanya, kami minta jembatan dibangun oleh perusahaan,” pintanya.

Menurut Tatu, banjir yang terjadi di wilayah Bojonegara akibat penyempitan pada saluran air karena terutup material dari aktivitas penambangan. Salah satunya di Sungai Bojonegara yang awalnya berdiameter 12 meter berkurang menjadi tiga meter. Sehingga, sungai tidak bisa menampung air yang banyak ketika turun hujan. “Oleh karenanya, kami menuntut seluruh perusahaan yang beroperasi di Bojonegara bertanggung jawab memperbaiki lingkungannya,” imbaunya.

Tuntutan, dijelaskan Tatu, sebagai tindak lanjut dari banjir yang terjadi di wilayah Kecamatan Bojonegara pekan lalu. Pihaknya akan menghitung kebutuhan biaya untuk pembangunan jembatan bersama Satuan Kerja (Satker) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Selanjutnya, nilai kebutuhan anggaran akan disampaikan kepada pihak perusahaan. “Nanti kita undang lagi semua perusahaan,” ujarnya.

Sementara Perwakilan Manajemen PT Batu Alam Makmur (BAM) Lendi berjanji, pihaknya siap menjalankan rekomendasi dari Bupati, selama rekomendasi berlaku untuk semua perusahaan di Kecamatan Bojonegara. “Kan ada banyak perusahaan. tapi sekarang yang diundang cuma PT BAM. Kalau hanya kita yang melaksanakan, kita keberatan. Kalau semuanya kita siap,” tegasnya.

Pihaknya mengaku sudah melakukan normalisasi aliran sungai yang menyempit di Kecamatan Bojonegara. “Mulai tanggal 7 Januari sudah kita lakukan normalisasi sesuai permintaan Pak Wakil Bupati. Sekarang normalisasi sudah sampai 1,2 kilometer,” tukasnya. (jek/zai/ags)