Buron Tiga Bulan, Terpidana Kasus Korupsi Ditangkap Sedang Ngopi

0
383
Bugis (menggunakan topi) dibawa oleh petugas Kejari dari kantor Kejari Serang menuju Lapas Serang, Kamis (6/10).

SERANG – Setelah buron selama tiga bulan, terpidana kasus korupsi pekerjaan peningkatan saluran induk Pamarayan Barat yang bersumber dari APBN tahun anggaran 2013 senilai Rp 25 miliar Sujasman S Nongke alias Bugis akhirnya diciduk oleh Kejaksanaan Negeri (Kejari) Serang.

Kasi Pidsus Kejari Serang Agustinus Olaf Mangontan menuturkan, Bugis dinyatakan buron setelah pihaknya melayangkan surat panggilan sebanyak tiga kali. Namun hingga panggilan ketiga Bugis tak kunjung memenuhi panggilan kejaksaan.

“Setelah dinyatakan buron tiga bulan yang lalu kita berupaya mencari, kemarin terdeteksi di daerah Jakarta Pusat, lagi duduk ngopi,” ujar Olaf saat ditemui di Kejari Serang, Kamis (6/10).

Pengakuan dari Bugis, menurut Olaf, Bugis mengaku baru pulang dari Makkah untuk menunaikan ibadah haji dan akan menyerahkan diri minggu depan. “Tapi itu alasan dia, kami lakukan tugas kami tangkap dia semalam,” ujarnya.

Kejari pun menyerahkan Bugis untuk ditahan di Lapas Serang.

Untuk diketahui, berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) Bugis dinyatakan bersalah dan divonis pidana penjara selama enam tahun. Ia sempat dinyatakan divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Serang pada Kamis (13/6/2015). Akan tetapi majelis hakim MA, MS Lumme, Krisna Harahap dan Artidjo Alkostar yang mengadili perkara Bugis mempunyai pendapat berbeda dengan majelis hakim Pengadilan Tipikor Serang. Bugis pun akhirnya divonis bersalah. Perkara kasasi Bugis dengan nomor register 2325 K/PID.SUS/2015 diputus pada tanggal 9 Mei 2016 lalu. (Bayu)