Buronan Korupsi PNPM Mandiri Ditangkap

0
596 views
Ade digiring ke mobil tahanan Kejari Serang, Selasa (7/7). Terpidana korupsi dana PNPM MP Desa Silebu, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang ini sempat menghilang enam tahun sebelum dijebloskan ke penjara.

SERANG – Hampir enam tahun Ade (41), bersembunyi dari kejaran penuntut umum Kejari Serang. Selasa (7/7) pagi, terpidana korupsi dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesan (MP) senilai Rp121,424 juta itu berhasil disergap tim Kejari Serang.

Ade ditangkap sekira pukul 09.00 WIB. Penangkapan Ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK) PNPM MP Desa Silebu dibantu oleh personel Polres Serang. Dia ditangkap di kediamannya Desa Silebu, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang.

“Penangkapannya tadi pagi sekira pukul 09.00 WIB oleh tim Pidsus Kejari Serang. Yang bersangkutan (Ade-red) telah buron sejak enam tahun yang lalu,” kata Kajari Serang Supardi dikonfirmasi, Selasa (7/7).

Tim Kejari Serang yang dipimpin Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Sulta Donna Sitohang menangkap Ade tanpa perlawanan. “Setelah kita berikan penjelasan yang bersangkutan bersedia untuk dilakukan eksekusi,” ucap Supardi.

Ade sempat menghilang usai Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan vonis pada 24 Juli 2012. Ade dijatuhi pidana penjara selama satu tahun dan uang pengganti Rp3,8 juta subsider satu tahun penjara.

“Sebelumnya kita sempat lakukan pemanggilan secara patut, namun yang bersangkutan tetapi dia tidak hadir. Kita sempat cari namun belum berhasil menemukannya,” kata Supardi.

Status Ade pun menjadi buron lantaran tak kunjung memenuhi panggilan eksekusi. “Kita terjunkan tim setelah mendapati informasi keberadaannya,” ucap Supardi.

Kata Supardi, Ade terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dana PNPM MP Desa Silebu, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang pada 2008 lalu.

Perbuatan Ade telah memenuhi unsur Pasal 3 jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor. “Pasal yang terbukti dilanggar adalah yang subsider,” ujar Supardi didampingi Sulta Donna Sitohang.

Pada 2008, Desa Silebu mendapat kucuran dana PNPM MP sebesar Rp121 juta lebih. Dana tersebut digunakan untuk pengaspalan jalan. Namun, proyek tersebut tidak sesuai berdasarkan laporan penggunaan dana (LPD) Desa Silebu.   

Berdasarkan pencatatan buku kas, pengaspalan jalan tersebut menggunakan 42 drum. Namun, pada kenyataannya hanya yang dibeli sebanyak 34 drum. Kekurangan pembelian aspal tersebut terdapat selisih yang menjadi temuan sebesar Rp8,8 juta. “Uang tersebut digunakan terpidana untuk keperluan pribadi,” tutur Supardi.

Sementara Ade enggan berbicara terkait kasus yang menjeratnya tersebut. Saat digiring menuju mobil tahanan, Ade hanya mengaku enggan menyerahkan diri dan menjalani hukuman pidana penjara. “Kita eksekusi ke Rutan Serang. Tadi sudah dilakukan rapid test dan hasilnya non reaktif,” kata Supardi. (mg05/nda)