CILEGON – Aksi mogok kerja ratusan buruh PT Permata Dunia Sukses Utama (PDSU), Selasa (3/2/2015) masih terus berlangsung. Buruh tetap bersikukuh menuntut dipertemukan dengan pemilik pabrik gula rafinasi itu. Mereka ogah bertemu dengan manajemen perusahaan. “Kami hanya mau diadakan perundingan dengan pemilik perusahaan, bukan yang lain. Kalau yang lain itu sama-sama pekerja, seperti kita,” ujar Johan Wahyudi, Ketua Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan (SPKEP) Pimpinan Unit Kerja (PUK) PT PDSU.

Buruh mengancam akan terus melakukan aksi mogok kerja sebelum tuntutan kesejahteraan dan pembaruan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang mereka ajukan disetujui pemilik perusahaan. “Kalau tidak digubris, kita akan terus mogok kerja. Sampai batas waktu yang tak ditentukan,” ancamnya.

Sementara itu, Manager HRD PT PDSU Fritz Budiawan mengaku tidak dapat berbuat banyak atas tuntutan buruh itu. Pasalnya, seperti yang diberitakan sebelumnya, pemilik perusahaan telah memberikan kuasa kepada dirinya dan tiga orang rekannya yang lain. “Kita mesti bagaimana lagi, toh buruh kan tidak mau ketemu kita. Padahal, owner (pemilik perusahaan-red) sudah memberikan kuasa kepada kita,” ujarnya.

Ia mengaku belum dapat memprediksi dampak kerugian yang dialami perusahaan atas adanya aksi mogok kerja itu. “Kerugian sudah pasti. Tapi kita belum tahu, berapa besar kerugiannya,” jelasnya. (Devi Krisna)