SERANG – Aliansi Serikat Pekerja/Serikat Buruh Serang mendatangi DPRD Banten, Senin (22/9/2014). Mereka kembali menuntut upah minimum kerja sektoral (UMKS) yang sebelumnya dijanjikan dan sudah ditandatangani oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

Buruh menuntut kenaikan upah sebesar Rp60 ribu untuk UMKS Kelompok I, dan Rp30 ribu untuk UMKS Kelompok II. Perbedaan permintaan kenaikan upah sendiri didasarkan atas kategori industri tempat buruh bekerja.

Koordinator Lapangan (Korlap) Amir Sanusi mengatakan, kenaikan upah sendiri sudah disepakati antara buruh dan Apindo. “Tapi entah ada apa dengan dinas (Disnakertrans-red) provinsi,” ujarnya usai melakukan audiensi di Aula Serba Guna DPRD Banten, Kota Serang.

Sebelumnya, kata Sanusi, buruh tidak pernah diundang untuk audiensi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Banten. “Makanya jalan satu-satunya kita harus turun,” tegasnya.

Besaran kenaikan UMKS, lanjut Sanusi sudah mendapat kesepakatan dengan Apindo. Jika gaji buruh di Kabupaten Serang rata-rata sebelumnya Rp2,34 juta maka kenaikan pada kelompok regional I menjadi Rp2,4 juta.

Secara terpisah Kabid Hubungan Industri Disnakertrans Banten Ubaidillah melihat ada miskomunikasi antara buruh dengan Disnakertrans Banten. “Saya orang teknis. Kalau berkas kesepakatan kenaikan gaji, itu yang saya sampaikan ke pimpinan. Terutama adanya kesepakatan dengan sektor yang bersangkutan,” terangnya.

Ubaidillah menilai buruh masih menyamakan antara kesepakatan Apindo dengan kesepakatan pemerintah terkait tuntutan kenaikan upah tersebut. “Sekarang ada paham Apindo menjadi representasi,” jelasnya.

Selanjutnya buruh mengancam akan melakukan aksi besar-besaran apabila tuntutannya tidak diluluskan oleh Pemerintah Provinsi Banten. (Wahyudin)

Lihat Baraya TV : Buruh Tuntut Kenaikan Upah Sektoral