Bus AKAP yang Masuk Terminal Merak Menurun Drastis

0
1.792 views
Terminal Terpadu Merak

CILEGON – Adanya peraturan yang melarang bus antar kota antar provinsi (AKAP) masuk di Terminal Terpadu Merak (TTM) Kota Cilegon apabila perizinannya belum terlengkapi per 1 Februari kemarin, membuat jumlah unit bus yang masuk berkurang drastis.

Dihubungi Radar Banten Online melalui sambungan telepon seluler, Kepala Terminal Terpadu Merak (TTM) Kota Cilegon Sugiyo mengatakan hampir dari setiap perusahaan otobus (PO) ada beberapa unit busnya yang perizinannya belum terpenuhi. Ada 37 PO yang biasanya masuk ke Terminal Merak.

“Kemarin-kemarin, per 12 jam, armada bus yang masuk di TTM mencapai dari 200 unit sampai 250 unit setiap harinya. Sejak 1 Februari hingga hari ini, armada bus yang masuk hanya berkisar 100 unit saja. Iya karena (dampak) perizinan ini,” katanya, Jumat (2/2).

Namun demikian, ia mengaku berkurangnya armada bus yang masuk ke Terminal Merak tidak membuat terjadinya penumpukan penumpang. Pelayanan jasa terhadap masyarakat tetap berjalan dengan baik. Karena dari seluruh jurusan, armada bus yang masuk masih memadai.

“Tidak sampai ke situ (penumpukan penumpang). Malah yang tadinya penumpang tidak tahu menjadi tahu. Kalau bus yang di luar tidak ada surat-suratnya, dan mereka lebih memilih naik bus yang ada surat-suratnya. Karena kalau terjadi apa-apa kan ada asuransinya,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan perizinan bus yang hendak masuk ke Terminal Merak. “Terus akan setiap hari. Memang seharusnya seperti ini di terminal,” ujarnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)