Butuh Enam Tahun Rehab RTLH di Kabupaten Serang

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menyerahkan kunci rumah secara simbolis kepada penerima bantuan rehab RTLH di Desa Pegandikan, Kecamatan Lebakwangi, Kamis (25/4).

SERANG – Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengungkapkan jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Serang sebanyak 7.427 rumah. Untuk memperbaikinya, Pemkab Serang membutuhkan waktu enam tahun menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran.

“PR (pekerjaan rumah-red) kita masih banyak, ada sekitar 7.427 rumah tidak layak huni. Tahun 2018 kita membangun 1.300 rumah, berarti enam tahun bisa selesai semua,” kata Tatu usai peletakan batu pertama dan peresmian rumah layak huni di Desa Pegandikan, Kecamatan Lebakwangi, Kamis (25/4).

Hadir pada acara itu Dandim 0602/Serang Letkol Inf Erwin Agung T W A, Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan, dan sejumlah pejabat Pemkab Serang.

Tatu mengatakan, program rehab RTLH menggunakan berbagai sumber anggaran. Di antaranya, dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), corporate social responsibility Bank Bjb, dan iuran Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) yang dikelola oleh Baznas.

Sekadar diketahui, data dari Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Tata Bangunan (DPKPTB) Kabupaten Serang, tahun ini ada 1.077 RTLH yang akan direhab. Terdiri atas 250 unit dari APBN dan 822 unit dari APBD. Sumber anggaran dari APBN, setiap rumah dianggarkan Rp30 juta. Kemudian, untuk APBD setiap rumah dianggarkan Rp20 juta. (Abdul Rozak)