Butuh Uluran Tangan, Batita di Ciruas Menderita Hydrocephalus

0
634
Ilham Putra A Usman (3) tengah terbaring di kamar tidurnya.

SERANG – Ilham Putra A Usman, bayi berumur tiga tahun warga Kampung Ranjeng, Desa Ranjeng RT 01/01, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang menderita hydrocephalus.

Putra dari pasangan Amelia (27) dan Usman (33) tersebut telah menderita penyakit yang menyebabkan kepalanya membesar sejak dilahirkan pada 6 Juni 2014 lalu.

“Dari lahir sudah begini, kata dokter tidak bisa lahir normal, karena kepalanya sudah besar,  makanya waktu itu dioperasi,” ujar Amelia kepada awak media di kediaman Hayudah, perempuan berusia 34 tahun yang menjaga Ilham saat kedua orangtuanya berjualan gorengan dan es pisang hijau di salah satu minimarket di Ciruas, Senin (20/3).

Selama menderita penyakit tersebut, Amelia dan Usman hanya mampu beberapa kali membawa anak keduanya tersebut berobat. Lahir di RSUD Sumedang, empat bulan kemudian,  Ilham baru dibawa ke Rumah Sakit Pakuwon Sumedang untuk menjalani pemeriksaan.

Gak dirawat (inap) waktu itu, pulang pergi, dua minggu sekali. Berobat itu sampai umur enam bulan, setelah itu sudah, terus dibawa ke sini (Ciruas),” tutur Amelia.

Amelia dan suami yang sudah tinggal di Ciruas selama tujuh tahun tersebut mengaku mengalami kesulitan dana untuk membawa anak bungsunya berobat. Hasil jualan gorengan dan es pisang hijau hanya mampu untuk membayar rumah kontrakan, sewa tempat jualan,  dan makan sehari-hari.

Ngontrak rumah Rp500 ribu sebulan, tempat jualan Rp1,2 juta, sebab dua gerobak, namanya juga jualan hasil tidak tentu, kalau ramai laku banyak, kalau sepi yah tidak,” katanya.

Akibat kondisi ekonomi itulah, perempuan yang sudah tercatat sebagai warga Ciruas,  Kabupaten Serang tersebut tidak berani membawa anaknya ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan yang intensif.

Ilham baru akan dibawa ke rumah sakit jika sudah mengalami kejang-kejang. Jika tidak, Ilham akan dibiarkan. Terakhir, Ilham mengalami kejang-kejang tiga bulan yang lalu, saat itu, Ilham dibawa ke Rumah Sakit Sari Asih.

Melihat kondisi anaknya yang hanya bisa berbaring, Amelia berharap uluran tangan pemerintah dan masyarakat mampu. Selama tiga tahun menderita penyakit akumulasi abnormal cairan cerebrospinal di dalam otak tersebut, Ilham belum pernah mendapatkan bantuan.

“Kemarin-kemarin ada dari Dinsos (Dinas Sosial), itu cuma ninjau doang,” ujarnya. (Bayu)