Cabai Rawit Tembus Rp 135 ribu Perkilogram, DPC Partai Demokrat Sidak Pasar

0
518 views

CILEGON – Kenaikan harga cabai rawit merah yang saat ini tembus Rp135 ribu perkilogram menjadi sorotan khusus bagi pengurus DPC Partai Demokrat Kota Cilegon. Selasa (10/1) sore, Plt Ketua DPC Partai Demokrat Kota Cilegon, Muhammad Haris beserta rombongan secara langsung meninjau harga bahan baku pangan di Pasar Baru Kranggot, Kelurahan Sukmajaya, Kota Cilegon.

Setelah sempat bertegur sapa dengan warga, Haris menanyakan apa saja kenaikan harga bahan baku yang telah terjadi. Dan apa saja yang kini menjadi keluhan bagi para pedagang di Pasar Kranggot Cilegon tersebut.

“Akan saya akses hasil sidak saya ini dan dilaporkan kepada Ketua Fraksi Partai Demokrat mas Edi Baskoro Yudhoyono dan ini juga sudah seizin Sekjen Partai Demokrat untuk sebagai bahan laporan kami untuk masukan ke DPP dan DPP memberikan masukan ke DPR RI,” tegas Haris, kepada sejumlah wartawan.

Haris mengaku akan melayangkan surat himbauan kepada pihak Kementrian Pertanian agar lebih sigap dalam menekan lonjakan harga bahan baku di pasaran yang telah memberatkan masyarakat.

“Kasian masyarakat kalau harus bayar Rp 135 ribu perkilo. Apalagi kenaikan (cabe rawit merah) ini sangat signifikan. Kita himbau kepada kementerian perdagangan untuk distribusinya dan kepada Kementerian Pertanian untuk lebih fokus dalam mensejahterakan petani dan pedagang cabai. Kebetulan ketua komisinya di DPR RI dari Partai Demokrat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Pembinaan Pasar, pada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Cilegon, Satiri mengaku belum dapat menekan lonjakan harga cabai rawit merah lantaran jumlah pasokan menurun. “Stoknya kan masih kurang dibanding dengan kebutuhan, jadi kami masih siasati agar harga tidak terlampau melambung tinggi,” ucapnya.

Seorang pedagang bahan pokok di Pasar Kranggot Cilegon, Sarnudi mengeluhkan tingginya harga cabai rawit merah saat ini. Ia beralasan lonjakan harga tersebut berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat. “Sekarang sudah Rp. 135 ribu perkilogramnya. Harga sudah tidak bisa dikurangi karena modal kita beli juga sudah membengkak,” tuturnya. (Riko)