Cabor Anggar Banten Berharap Turun di Seluruh Kelas

Atlet anggar putri Banten seusai menjalani latihan rutin, Rabu (13/2).

SERANG – Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Banten berharap atletnya dapat turun di seluruh kelas di ajang Pra PON 2019. Atlet untuk seluruh nomor pertandingan telah disiapkan Pengprov IKASI Banten.

Keseriusan Pengprov IKASI Banten dibuktikan melalui rencana pembahasan bersama Ketua KONI Banten Rumiah Kartoredjo. Restu KONI Banten dibutuhkan untuk menentukan kuota atlet dalam Pra PON 2019.

“Untuk berapa atlet yang akan berangkat ke Pra PON kita masih belum tahu. Kuota dari KONI-nya belum keluar. Tapi, besok kita akan menghadap ke KONI untuk membicarakan itu (kuota-red),” kata Ketua Pengprov IKASI Banten AD Heryana dihubungi Radar Banten, Selasa (12/3).

Dikatakan Heryana, untuk seluruh kelas dibutuhkan 24 atlet. Puluhan nama atlet tersebut telah dikantongi Pengprov IKASI Banten. Puluhan atlet itu adalah juara Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Banten 2018 lalu.

“Kita inginnya bisa turun di full kelas. Baik perorangan putra, putri, dan beregu. Kalau full kelas, jumlahnya mencapai 24 orang. Untuk atletnya sudah ada, kita persiapan dari Porprov 2018, juara umumnya dari Kota Tangerang,” kata Heryana.

Berdasarkan catatan Pra PON 2015, prestasi anggar Banten cukup memuaskan. Cabang olahraga (cabor) anggar menyumbangkan satu medali perak dan perunggu.

Namun, prestasi atlet anggar Banten pada PON Jabar 2016 merosot. Tidak ada sumbangan medali dan Banten tetap berada di posisi delapan besar.

“Kalau Pra PON lalu kita lolos, dapat medali. Tetapi, saat PON-nya kita cuma masuk delapan besar. Karena juara-juara nasional baru keluar semua saat di PON,” ungkap Heryana.

Heryana optimistis cabor anggar dapat menyumbangkan medali pada Pra PON 2019 di Jakarta dan PON 2020 di Papua. Sebab, para atlet telah mengawalinya dengan persiapan dan latihan yang baik.      

“Kita punya kans lolos Pra PON dan merebut medali di PON Papua. Sebab, saat ini, atlet-atlet yang turun di PON 2016 lalu sudah banyak yang tidak bisa bertanding karena ada pembatasan usia. Jadi, kita punya peluang untuk berprestasi,” kata Heryana. (Riko B/RBG)