Cabor Muaythai Diharapkan Jadi Pendulang Emas bagi Banten

Ketua KONI Banten Rumiah Kartoredjo (keempat dari kiri) saat menerima kunjungan dari tim muaythai Banten yang dipimpin oleh Ketua Pengprov Muaythai Banten Roni Alfanto (ketiga dari kiri) di gedung KONI Banten, Rabu (9/1).

SERANG – Cabang olahraga muaythai diharapkan menjadi pendulang emas bagi Provinsi Banten pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020  di Papua. Menjelang pra-PON, atlet muaythai Banten terus berlatih mempersiapkan diri sehingga bisa meraih tiket PON.

Ketua KONI Banten Rumiah Kartoredjo
mengatakan, prestasi stabil yang diraih tim muaythai Banten yang berhasil
menjadi juara umum berturut-turut di beberapa ajang kejuaraan tingkat nasional
menandakan Banten punya potensi untuk meloloskan atlet serta mempersembahkan
emas di Papua. 

“Berdasarkan laporan dari Ketua Pengprov
Muaythai Roni Alfanto terakhir, pihaknya berhasil meraih 7 emas di berbagai
kelas yang diikuti saat ikut Kejurnas Piala Wakil Presiden, kejurnas Kemenpora,
dan lainnya. Ini modal untuk pra-PON Papua bagi kami,” kata Rumiah saat
menerima kunjungan tim Muaythai Banten ke KONI Banten, kemarin.

Ia berharap atlet Banten yang berhasil meraih medali emas ini terus mempertahankan prestasi agar nantinya bisa lolos ke Papua. KONI Banten memberikan target atlet yang berhasil lolos tiga besar saja yang akan diberangkatkan. “Saya optimistis muaythai Banten bisa berprestasi dan menjadi lumbung emas menggantikan cabang olahraga pendulang emas di PON Jawa Barat yang tidak dipertandingkan di PON Papua 2020, seperti berkuda, drumband, dan cabor lain yang hingga saat ini belum ada kejelasan ,” tegasnya.

Dengan sinergi antara Pengprov Muaythai
Banten dan KONI Banten diharapkan tercipta kebersamaan untuk membawa ‘Banten
Cemerlang’ di tahun 2020. Dengan koordinasi ini juga diharapkan persiapan lebih
matang dan berprestasi.

Ketua Pengprov Muaythai Banten Roni Alfanto
mengatakan, pihaknya kini tengah menyusun program latihan agar bisa meloloskan
atlet ke Papua serta mempersembahkan medali emas untuk Banten. “Program yang
kami susun adalah berlatih teknik dan mematangkan persiapan atlet untuk
menghadapi pra-PON. Latihan sendiri kami lakukan dua kali dalam sehari.
Tujuannya agar performa atlet tetap terjaga,” ungkap Roni.

Dalam
pra-PON, pihaknya akan terjun di 15 kelas yang dipertandingkan. Para atlet bisa
berada di peringkat 3 besar sehingga mendapat tiket ke Papua. Pihaknya juga
akan melakukan regenerasi atlet baru untuk kelas 48 kg putri, 57 kg putri, dan
73 kg putra lantaran pengurus besar muaythai membatasi umur atlet maksimal
berumur 18 tahun. “Kami akan segera melakukan training serta konsentrasi untuk
meloloskan banyak atlet ke Papua ,” katanya.