Cabor Wushu Kejar Tiket PON Papua ke Bangka

Atlet wushu Banten menjalani latihan rutin sebagai persiapan menyambut Pra PON 2019, Senin (17/6).

SERANG – Tim wushu Banten optimistis meraih tiket PON 2020 di Papua. Kini, Banten tengah mempersiapkan diri menjalani laga Pra PON di Bangka Belitung, Kamis (20/6).

Wakil Ketua 2 Wushu Provinsi Banten Dimas mengatakan, Banten akan turun untuk kelas sanda (tarung) dan taulo (seni). Untuk nomor sanda, 4 atlet putri akan turun di kelas 48 kg, 52 kg, 56 kg, dan 60 kg. Sementara putra akan turun di kelas 48 kg, 52 kg, 56kg, 60 kg, 65 kg, 70 kg, dan 75 kg. Sementara untuk kelas toulu 4 atlet akan diterjunkan. “Kami membawa cukup banyak atlet dengan harapan kami bisa meraih tiket lolos sesuai target KONI Banten di posisi 3 besar,” ujar Dimas didampingi Manajer tim Adam.

Dimas mengaku peluang lolos di kelas putri berada pada kelas 60 kg. Sementara kans medali untuk pria ada di kelas 52 kg putra atas nama Muhamad. Kelas 60 kg juga berpeluang menyumbangkan medali atas nama Rudi.

“Selain nama tersebut atlet kami juga berpeluang lolos. Tinggal bagaimana kami menyusun strategi serta atlet berjuang untuk bisa meraih tiket dan lolos PON Papua 2020 di posisi 3 besar. Mudah mudahan dari satu kelas bisa meloloskan 1 atlet ke Papua,” kata Dimas.

Sebelum berangkat ke Bangka, seluruh atlet ini menjalani pelatihan dan pemusatan latihan. Hasil tempaan dan latihan telah cukup membuat kemampuan dan mental bertanding atlet semakin membaik.

“Untuk atlet yang berpengalaman seperti Diska dan Muhamad saya yakin mental tanding serta kemampuan mereka terasah sebab mereka kerap turun di berbagai arena dan telah mengikuti PON beberapa waktu lalu. Atlet lainnya juga bersemangat untuk bisa lolos ke Papua,” jelas mantan atlet wushu ini.

Lawan berat bagi Banten diprediksi berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Sumatera Utara. Empat daerah tersebut selalu menjadi langganan lolos pada babak kualifikasi PON. “Kami mewaspadai namun tidak gentar. Peluang kami dengan mereka untuk bisa lolos sangat terbuka lebar. Tinggal bagaimana atlet kami bertanding. Saya harap mereka semangat dan tidak gentar berhadapan dengan mereka,” tutupnya. (brp/nda)