Siswa saat berkumpul di Polres Serang untuk memberikan dukungan kepada rekannya yang menjadi korban pencabulan.

SERANG – Dunia pendidikan di Kota Serang tercoreng oleh aksi bejat seorang guru berinisial AJ (54), yang bertugas di salah satu sekolah tingkat menegah pertama di Kota Serang. AJ yang sehari-hari bertugas sebagai Bagian Kesiswaan sekaligus Pembina Pramuka akhirnya diarak dan dilaporkan ke Polres Serang.

Berdasarkan informasi, aksi tersebut dilakukan AJ sejak tahun 2007. Kasus ini baru terbongkar ketika ada laporan dari salah satu korban kepada orang tuanya. Salah satu korban mengaku diperlakukan tak senonoh ketika mengikuti kegiatan ekstra kurikuler Pramuka di sekolah.

“Kami tidak terima, makanya kami laporkan ini ke pihak guru. Setelah diselidiki oleh guru ternyata korbannya tidak hanya anak saya, tapi masih banyak yang lainnya,” ujar salah satu wali murid di Kantor Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Serang, Senin (15/2/2016).

Salah satu aktivis perlindungan anak, David, mengungkapkan, dirinya dan pihak sekolah sebelumnya memancing AJ. Saat melakukan tindak pencabulan, warga bersama orang tua korban langsung mengamankan AJ bersama alat bukti di sekolah. Warga pun berbondong-bondong membawa AJ bersama barang bukti ke UPPA Polres Serang untuk diproses secara hukum. “Dia sudah mengakui semua perbuatannya dan meminta maaf kepada keluarga korban. Tapi proses hukumnya kami serahkan kepada pihak berwajib.”

Pantauan di Polres Serang, AJ tengah menjalani pemeriksaan intensif di ruang penyidik UPPA Polres Serang. Puluhan siswa teman korban memenuhi halaman parkir UPPA Polres Serang.

Informasi yang berhasil dihimpun, AJ kerap melakukan aksinya saat kegiatan ekstra kurikuler dan kerap menggunakan ancaman dengan tidak memberikan nilai kepada siswa pria. (Wahyudin)