Suwaib Amiruddin. Foto: Istimewa

CILEGON – Para politisi lokal Kota Cilegon yang akan bertarung menjadi calon anggota legislatif (caleg) diminta untuk bekerja keras. Jika ingin memenangkan kontestasi politik nasional tahun depan, mereka harus bekerja ekstra. Tidak hanya mengandalkan jaringan partai politik, tapi juga pemilih mengambang (swing voter) yang belum punya pilihan.

Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Dr Lili Romli menilai, dengan sistem suara terbanyak, setiap caleg DPR RI maupun DPRD mempunyai peluang yang sama. “Begitu juga dengan peluang para politisi lokal yang akan bertarung menuju Senayan,” katanya kepada Radar Banten, Kamis (22/2).

Seperti diketahui, politisi lokal asal Cilegon yang disebut-sebut akan maju sebagai caleg DPR RI daerah pemilihan (dapil) Banten II, meliputi Cilegon, Kota Serang, dan Kabupaten Serang, antara lain Fakih Usman dari Golkar, Nana Sumarna dari PDIP, Rosyid Haerudin dari PAN, Helldy Agustian dari Partai Berkarya, dan Ali Mujahidin dari PKB.

Menurut Lili, politisi lokal mempunyai basis massa yang kuat dibandingkan politisi asal Jakarta yang dicalonkan di Banten. “Mulai sekarang bangun jaringan. Dekati para pemilih berdasarkan segmentasi pemilih dengan menawarkan gagasan dan melakukan kontrak politik dengan pemilih,” terang Direktur Eksekutif Banten Institute Regional Development (BiRD) itu.

Selain itu, kata Lili, para politisi lokal juga harus banyak turun ke masyarakat dan menyapanya jika mereka benar-benar ingin terpilih. “Upaya yang dilakukan bisa dengan cara door to door atau bersilaturahmi datang ke rumah-rumah masyarakat calon pemilih,” ujar Lili.

Tidak hanya itu, kata Lili, cara lain yang bisa dilakukan, yaitu dengan cara bertemu sapa dengan masyarakat dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial. “Kalau ingin terpilih atau bisa dipilih oleh masyarakat, ya dekati masyarakat yang akan menjadi pemilih mereka,” imbuh Lili.

Akademisi Untirta Suwaib Amiruddin juga menilai, peluang politisi lokal untuk memperebutkan kursi DPR RI sangat terbuka lebar. Itu lantaran mereka mempunyai tiga hal yang tidak dimiliki para politisi yang sudah lebih dulu eksis di Senayan.

Ketiga hal tersebut, kata Suwaib, antara lain ketokohan, basis massa, dan struktur politik yang kuat. “Rata-rata para politisi lokal ini mereka sudah menjadi tokoh di masyarakatnya. Selain itu, dalam struktur politiknya juga bagus sehingga peluang mereka sangatlah besar,” sebut Suwaib.

Lebih lanjut, kata Suwaib, para politisi lokal juga sudah mempunyai basis massa yang kuat. “Para politis lokal ini kan jelas, mereka sudah dikenal oleh masyarakat pemilihnya sendiri. Sehingga, sudah mempunyai basis massa yang tidak perlu diragukan lagi,” ujar Suwaib.

Berbeda dengan para politisi yang sudah lebih dulu ada di Senayan dan kembali maju lagi menjadi caleg DPR RI. “Kalau mereka kan bukan politisi asli Cilegon sehingga tidak mungkin untuk kembali dipilih lagi. Ini lantaran mereka hanya datang ketika waktu kampanye saja,” imbuh Suwaib. (Umam/RBG)

 

BAGIKAN