Jahudi (kanan) usai membuat laporan di SPKT Polda Banten, Kamis (13/6).

SERANG – Calon legislatif (caleg) DPRD Kota Serang berinsial SY dilaporkan ke Polda Banten, Kamis (13/6). SY dilaporkan atas dugaan penjualan tanah milik Jahudi, warga Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang.

Laporan Jahudi telah diterima Polda Banten melalui Tanda Bukti Lapor Nomor: TBL/199/VI/RES 1.9/2019/SPKT Banten. Menurut Jahudi, tanah yang telah dijual tersebut berada di Blok Gerong, Kampung Geram, Kelurahan Sayar, Kecamatan Taktakan, Kota Serang. Tanah seluas 5.000 meter persegi tersebut baru diketahuinya telah dijual 2012 namun baru dilaporkan sekarang.

“Tanah kami yang ada di Blok Gerong, lokasinya tidak jauh dari Bendungan Sindang Heula sudah dijual oleh pak Lurah dan staf. Padahal orangtua kami tidak pernah menjual kepada siapapun. Tapi di akta jual beli ada tanda-tangan orangtua saya,” kata Jahudi kepada wartawan usai membuat laporan di Polda Banten.

Dia menduga, penjualan tanah itu terjadi pada tahun 2007. Waktu itu, terlapor menjabat sebagai Lurah Sayar pernah meminta orangtuanya untuk mengumpulkan fotokopi KTP untuk pembuatan sertifikat tanah. Namun hingga 2018, sertifikat tanah tersebut tidak ada.

“Saya punya bukti SPPT tahun 2013, kita juga mau mencari dan konsultasi dahulu ke Polda. Karena kita juga tidak memiliki girik, karena itu awalnya memang tanah adat,” ucap Jahudi.

Pelaporan terhadap SY tersebut atas sangkaan pemalsuan dokumen. SY diduga telah memalsukan dokumen kepemilikan tanah dengan mencatut tandata tangan orangtuanya, Hilmi dan Ayukah. “Tahun 2014 baru diketahui saat melakukan penebangan pohon. Si pembeli (Al Marif-red) tidak terima pohonnya di tebang oleh orangtua saya dan dia menunjukan bukti fotokopi AJB (akta jual beli-red),” kata Jahudi.

Kepada Hilmi, Al Marif mengatakan telah membeli tanah tersebut dari SY dan disaksikan oleh AR, staf SY. Tanah tersebut telah dijual sebesar Rp75 juta. “Nominal Rp75 juta kurang lebihnya, transaksinya tahun 2012 jika dilihat dari kwitansi,” kata Jahudi.

Anggota SPKT Polda Banten membenarkan pihaknya telah menerima laporan tersebut. Kasus dugaan tindak pidana pemalsuan dan penggelapan hak atas benda orang lain tersebut diarahkan untuk ditangani di bagian Ditreskrimum Polda Banten. “Laporannya sudah diterima tadi,” tutur anggota SPKT Polda Banten yang enggan disebut namanya. (Fahmi Sai)