Calon Kades Bakal di Tes Urine

Ilustrasi tes urine.

SERANG – Calon kepala desa (kades) pada pemilihan kepala desa (pilkades) 2019 serentak di Kabupaten Serang bakal menjalani tes urine. Tujuannya, agar kades ke depan terbebas dari indikasi penggunaan narkoba.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa selaku Kepala Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Serang saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (2/8). “Kita nanti akan minta kepada Pemdes (menyebut Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa-red) supaya calon kades bersih dari indikasi narkoba,” ungkapnya.

Menurut Pandji, calon kades harus menjadi contoh bagi masyarakat. Ia tidak menginginkan kejadian kades di Kecamatan Petir yang ditangkap kepolisian karena penggunaan narkoba terulang. “Jangan sampai ada kades yang terindikasi narkoba, termasuk ASN (aparatur sipil negara-red),” tegasnya.

Menurut Pandji, narkoba sudah menyerang seluruh lapisan masyarakat. Tak terkecuali kades dan ASN. Kondisi itu pun dinilai mengkhawatirkan. Oleh karena itu, pihaknya harus terus melakukan pencegahan terhadap peredaran narkoba. Apalagi, Kabupaten Serang menjadi salah satu wilayah yang rawan terpapar narkoba.

Pandji meminta, tes urine menjadi salah satu syarat pencalonan kades. Jika terindikasi narkoba, ia meminta yang bersangkutan didiskualifikasi.

“Teknisnya (tes urine-red) nanti bisa saja kita lakukan secara serentak semua kades, atau kades yang membawa hasil tes urinenya masing-masing. Nanti dikerjasamakan dengan RSUD (menyebut Rumah Sakit Umum Daerah dr Dradjat Prawiranegara),” jelasnya.

Pandji mengaku, pihaknya sudah melakukan berbagai pencegahan peredaran narkoba di masyarakat. Mulai dari pencegahan hingga membangun partisipasi masyarakat dalam memerangi narkoba. Ia juga meminta seluruh lembaga pemerintahan, termasuk desa, bisa memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya narkoba.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang Rudi Suhartanto mengatakan, tahun ini ada 150 desa yang akan menggelar pilkades serentak. Pilkades bakal digelar pada 3 November 2019. Saat ini pihaknya sedang membentuk panitia pilkades tingkat kabupaten.

“Panitia akan dibentuk mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa,” katanya. (jek/zai/ira)