Calon Walikota Sulit Tentukan Wakil

CILEGON – Meski telah mendapatkan dukungan penuh dari partai politik, sejumlah bakal calon walikota Cilegon nampaknya masih kesulitan menentukan sosok bakal calon wakil walikota. Dari sekian banyak bakal calon walikota maupun calon wakil walikota, belum ada satu pun yang mendeklarasikan diri sebagai pasangan.

Diketahui, ada tiga sosok bakal calon walikota Cilegon yang telah mengantongi restu dari partainya masing-masing. Ketiganya, yaitu Ratu Ati Marliati yang diusung Partai Golkar, Helldy Agustian yang direstui Partai Berkarya, serta Reno Yanuar yang didukung penuh PDI Perjuangan.

Selain ketiga tokoh partai politik, sosok bakal calon walikota Cilegon lainnya yang menguat adalah Awab. Mantan Kasat Intel Polres Cilegon itu bahkan disebut-sebut sudah mengantongi dukungan dari Partai Gerindra sebagai ketua DPC Gerindra Kota Cilegon maupun restu sebagai calon walikota.

Keempat sosok tersebut telah gencar melakukan serangkaian langkah politik baik mendekati elite parpol maupun hadir di acara-acara masyarakat. Meski begitu, hingga kemarin, belum satu pun di antara mereka yang berhasil menggalang koalisi.

Menanggapi alotnya mesin koalisi dan sulitnya mencari figur pendampingnya, Helldy Agustian tak menampik jika sampai saat ini ia belum bisa menetapkan siapa bakal calon wakil walikota Cilegon yang akan maju bersamanya di Pilkada Cilegon.

Ketua DPW Partai Berkarya Provinsi Banten itu berdalih proses pendaftaran calon walikota dan wakil walikota Cilegon masih lama sehingga ia tidak mau buru-buru memunculkan sosok bakal calon wakil walikota ke publik.

Helldy mengaku hingga saat ini masih mengikuti proses politik yang berlangsung. Ia pun mengaku masih melakukan upaya komunikasi dengan partai politik lain di Kota Cilegon serta para tokoh masyarakat. “Buat saya tujuannya kan membangun Cilegon. Tidak bisa sendiri, tapi bersama-sama, yang punya visi misi yang sama baik kepartaian maupun secara pendamping,” ujar Helldy, Minggu (19/1).

Terpisah, bakal calon Walikota Cilegon Ratu Ati Marliati pun tak menampik jika sampai saat ini ia belum menetapkan bakal calon wakil walikota Cilegon. Perempuan yang kini menjabat sebagai wakil walikota Cilegon itu mengaku menyerahkan proses itu pada Partai Golkar. “Wakil nanti, yang penting walikotanya popularitas, elektabilitasnya naik,” ujar Ati pada kesempatan kunjungan kerja ke SMPN 7 Kota Cilegon, Kamis (6/1) lalu.

Kendati menyerahkan proses penentuan wakil walikota kepada Partai Golkar, Ati tidak mau sembarangan menentukan calon pendampingnya. Dia meminta harus dilakukan survei terlebih dahulu. “Hasil surveinya apa, yang dari birokrat sah-sah saja, dari politisi juga sah-sah saja, yang penting, wakil Ibu (menyebut dirinya-red) bisa bergandengan selama lima tahun kalau Ibu menang, sayang sama rakyatnya, mau terjun ke lapangan,” paparnya.

Terkait beredarnya gambar Ati yang dipasangkan dengan Reno Yanuar dan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Cilegon Hifdullah di media sosial, Ati memastikan bahwa gambar-gambar tersebut tidak benar atau hoax. “Gambar yang beredar itu sudah pasti tidak benar, wong Ibu-nya saja belum memutuskan kok,” ujar Ati.

Dihubungi terpisah, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPC PDI Perjuangan Kota Cilegon M Yusuf Amin menyatakan bahwa semua kandidat masih melakukan proses, baik proses koalisi dengan partai lain maupun proses penentuan calon walikota maupun wakil walikota.

“Proses koalisi kan sambil membicarakan pasangan calonnya juga,” kata dia.

Menurutnya, yang jelas bagi PDI Perjuangan adalah mendukung Reno Yanuar sebagai bakal calon. Adapun maraknya gambar-gambar yang menyandingkan Reno sebagai calon wakil walikota Ati Marliati, Yusuf Amin menilai itu bukan dari pihaknya yang membuat. “Politik itu kan dinamis. Mau C1 maupun C2 kita lihat nanti,” ucapnya.

Sementara, Awab yang sedari awal disebut-sebut bakal berpasangan dengan politisi senior Partai Golkar Iye Iman Rohiman, sampai kemarin juga belum ada kepastian. Sampai tadi malam, Awab belum bisa dikonfirmasi.

Namun, beberapa waktu lalu Iye mengaku bahwa kondisi politik saat ini masih sangat cair. Termasuk hubungan dirinya dengan Awab juga belum bisa dipastikan apakah akan bersama atau tidak.

“Berangkatnya memang kita bersama (Awab), tapi kan belum sampai tujuan. Dinamika politik itu kan luar biasa. Partai juga punya analisis dan kajian sendiri,” ungkap Iye. (bam-ibm/ira)