CILEGON – Sekretaris Tim Sobat Haji Muhib (Sohib) Tatang Tarmidzi menuding Caretaker Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Cilegon tidak netral. Caretaker dinilai telah menempatkan pendukung salah satu kandidat Ketua Kadin Cilegon dalam tim verifikasi dan pendaftaran keanggotaan Kadin Cilegon untuk melakukan pendataan terhadap keanggotaan yang dipandang memenuhi syarat untuk memberikan hak suara dalam Musyawarah Kota (Muskot) Kadin IV Cilegon.

“Rahadian (Tim Verifikasi dan Pendaftaraan Keanggotaan Kadin-red) itu siapa? Kapasitasnya sebagai apa? Akademisi apa? Wong dia tim suksesnya Sahruji (Kandidat Ketua Kadin-red) kok,” ujarnya saat ditemui di Mapolres Cilegon, Senin (22/9/2014).

Ketidakberesan kerja dari tim verifikator itu dinilainya juga sebagai salah satu faktor pemicu adanya tindakan dari kalangan pengusaha yang tak diakomodir kendati telah mengantongi KTA. Kondisi ini berujung pada pengrusakan kantor Kadin Cilegon.
Sementara itu Agus Rahmat, kuasa hukum dari Tim Pemenangan Sahruji membantah adanya keterlibatan pihaknya dalam penempatan orang-orang yang diduga memiliki kedekatan dengan Sahruji. “Silakan saja, itu adalah alibi dan kami tidak punya kewenangan apapun untuk mengomentarinya. Tidak ada hubungan dan keterkaitannya sama sekali,” katanya.

Sebaliknya Agus menduga insiden yang terjadi pada hari ini adalah sebuah rangkaian aksi yang direncanakan secara sistematis oleh kelompok pengrusakan tersebut. “Karena, sebelumnya staf Kadin sempat mendapatkan ancaman melalui telpon yang akhirnya ditindaklanjuti dengan adanya tindakan pengrusakan kantor seperti yang kita lihat hari ini,” terangnya.

Lebih jauh, dirinya dan kalangan pengusaha yang bernaung di bawah Kadin Cilegon meminta kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku dan dalang di balik pengrusakan. “Karena menurut kami caretaker sudah melakukan kerja dan perencanaan yang baik. Dan kami tidak ingin insiden ini berdampak pada pelaksanaan Muskot,” tandasnya.

Ketua Caretaker Kadin Cilegon Tb Lulu Kaking yang dikonfirmasi melalui telpon genggam belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut. “Maaf saya sedang rapat, nanti saya hubungi balik,” katanya singkat. (Devi Krisna)