Cegah Anak Kecanduan Game Lewat Les Gratis

0
1603
Jefri Ardian (kiri) mengajar les gratis kepada anak-anak di Desa Mangkunegara, Kecamatan Bojonegara, Kamis (21/1).

Pengabdian Jefri Ardian, Guru Honorer MTs di Bojonegara

Sebaik-baiknya manusia bermanfaat untuk sesama. Hadits itu menjadi prinsip hidup Jefri Ardian, guru honorer di Madrasah Tsnawiyah (MTs) Al Khairiyah, Karangtengah, Cilegon dengan cara membuka les gratis untuk mencegah anak-anak kecanduan bermain game online.

HAIDAR – BOJONEGARA

            Suara orang yang sedang sholawatan menggema syahdu usai salat maghrib di salah satu masjid di Desa Mangkunegara, Kecamatan Bojonegara, Kamis (21/1). Masjid itu tak jauh dari kediaman Jefri Ardian yang dikenal baik dan dermawan. Jefri mengabdikan diri di kampungnya dengan membuka les gratis di rumahnya yang sederhana untuk mendidik anak-anak setempat agar menjadi pintar, selain tujuan utamannya mencegah anak-anak kecanduan bermain game online.     

Tempat lesnya itu diberi nama Rumah Baca Bojonegara. Satu-persatu anak-anak mulai berdatangan. Dengan kopiah dan sarung yang masih melekat usai salat dan mengaji, anak-anak itu tiba di rumah Jefri sambil membawa buku tulis dan pena.

            “Ayo duduk yang rapi. Kita baca doa dulu ya sebelum dimulai pelajarannya!,” seru Ardian disambut jawaban ‘Ya pak’ dari anak-anak.

            Usai membaca doa, ayah dua anak itu dibantu istrinya mengajak muridnya bermain game calistung atau baca tulis hitung, lalu meminta menebak pertanyaan yang diajukannya dan istri. Yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar langsung mendapatkan hadiah hiburan sebagai motivasi belajar. “Jadi, anak-anak itu harus diajak bergembira dulu baru mulai belajar supaya seneng,” ujar Jefri.

            Ada berbagai macam pelajaran yang diajarkan pasangan muda itu, mulai dari calistung, bahasa ingris, dan kerajinan tangan. Selain itu juga, tempat les menyediakan buku-buku bacaan koleksi pribadinya. “Kadang emak-emaknya juga pada suka baca,” katanya.

            Jefri sudah membuka les gratis di rumahnya sejak 2016. Awalnya, ia merasa resah melihat anak-anak di kampungnya lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain game online di ponsel ketimbang belajar. Dengan keinginan kuat berbagi ilmu, Jefri akhirnya memutuskan membuka les gratis dengan peralatan seadanya. “Modalnya cuma tikar, papan tulis, dan spidol, sama buku-buku koleksi pribadi,” bebernya.

            Niat guru yang mengajar di MTs Unggulan Uswatun Hasanah ini ternyata disambut hangat anak-anak dan orangtuanya. “Jika kegiatan les libur sehari saja karena ada urusan lain, anak-anak akan menanyakan dan meminta belajar lagi,” akunya.

            Tentu saja, sikap yang ditunjukan siswanya itu membuat Ardian senang, karena setiap hari rumahnya menjadi ramai. Pria berjenggot tebal ini berharap, anak-anak di lingkungan sekitarnya menjadi pintar dan berprestasi melalui kegiatan edukatif dan rekreatif di Rumah Baca Bojonegara.           

“Ada juga orang-orang baik yang ikut menyumbang hadiah atau persediaan buku untuk belajar anak-anak. Semoga ini menjadi ladang amal dan ibadah bersama,” harapnya. (*)