Cegah Covid-19 di Pesantren Banten, FSPP Ajak Giatkan 5 M

0
1357

SERANG-Akhir-akhir ini muncul klaster baru penyebaran Covid-19 yakni klaster pesantren. Padahal, pesantren secara umum lebih steril karena terbatasnya aktivitas dengan masyarakat.
Mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan pesantren itu, Sekjen Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP) Banten Dr. H. Fadlullah mengatakan, sejak tahun baru 2020-2021 pesantren di Banten telah menerapkan karantina mandiri yakni pola karantina yang dilakukan terbatas dan diselenggarakan secara mandiri oleh pesantren.

“Karantina mandiri ini dalam konteks sekarang seperti Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro karena pesantren merupakan subkultur dari masyarakat,” kata Fadlullah, Selasa (23/2/2021).

Selain karantina mandiri, kata dia, pesantren di Banten juga telah melaksanakan rapid test kepada santri sebagai tindakan preventif saat masuk pesantren.

Ia menjelaskan setelah dilakukan karantina mandiri selama 14 hari dan tidak ada kasus Covid-19, santri bebas berinteraksi. Karantina khusus juga diterapkan untuk pengurus atau ustaz yang melakukan kunjungan ke luar.

Sebagai bentuk pencegahan Covid-19, kata Fadlullah, pesantren telah meniadakan kegiatan yang melibatkan banyak orang. “Sudah tidak ada lagi kegiatan-kegiatan yang melibatkan orang luar termasuk orangtua. Ini bentuk preventif terhadap penyebaran Covid-19,” katanya.

Berkenaan dengan program vaksinasi Covid-19, Fadlullah meminta pemerintah memasukkan pesantren dalam kelompok khusus. “Vaksinasi datanya berdasarkan data kependudukan. Sementara santri data menginduk ke orangtuanya masing-masing,” katanya.

Fadlullah mengatakan untuk meminimalisasi terpaparnya para santri di lingkungan pesantren protokol kesehatan sangat ditekankan yakni dengan budaya 5 M yaitu, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak aman, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas yang tidak penting.

Langkah pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan pesantrean, perlu diperhatikan kebersihan lingkungan pesantren. Mulai dari kebersihan kamar tidur, peralatan makan, dan juga peralatan beribadah perlu dipastikan higienis dan tidak dipakai bergantian.

Bagi santri yang mengalami gejala ringan segera melapor ke pengelola pesantren untuk mendapat tindakan cepat.

Jika ditemukan gejala Covid-19 maka penanganan di pesantren jauh lebih mudah karena sedikit lalu lalang daripada di lingkungan masyarakat umum.
Jadwal kunjungan dari wali santri dibatasi serta diberikan jarak saat bertemu dengan santri serta dilarang bersentuhan fisik. (alt)