Cegah Kerawanan Pilkades di Tangerang, Polisi Gelar Pasukan

0
271 views

TANGERANG – Aparat Polres Tangsel siap mengamankan Pilkades Serentak Kabupaten Tangerang yang akan dilaksanakan Desember mendatang. Kesiapan tersebut dibuktikan dengan diadakannya apel gelar pasukan Operasi Kepolisian Kewilayahan Gemilang 2019 di halaman Mapolres Tangsel, Senin (7/10) lalu.

Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan mengatakan, apel dilaksanakan sebagai bentuk respon terhadap perkembangan lingkungan strategis. Baik pada tataran regional, nasional maupun global yang bergerak begitu cepat dan dinamis.

“Terutama yang berimplikasi pada aspek keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Tangsel,” ujarnya.

Ferdy menambahkan, apel gelar pasukan dilakukan sebagai kesiapan dalam mengantisipasi dan mengamankan kegiatan pemilihan kepala desa serentak di Kabupaten Tangerang yang akan dilaksanakan mulai 14 September 2019 sampai 1 Desember 2019.

Polres Tangsel akan mengamankan Pilkades serentak di 22 desa di Kabupaten Tangerang, yakni, di Kecamatan Curug 2 desa, Pagedangan 8 desa, Legok 9 desa dan Cisauk 3 desa. “Dalam pengamanan ini kita juga memerlukan pengamanan dari personel TNI, Pemda dibantu elemen masyarakat lainnya,” tambahnya.

Masih menurutnya, dengan adanya aparat keamanan diharapkan pelaksanaan Pilkades di wilayah hukum Polres Tangsel berjalan dengan aman, tertib dan lancar. Ia berpesan kepada calon Kades agar bersama-sama mematuhi dan melaksanakan setiap tahapan Pilkades secara damai, sopan, bermartabat. Serta penuh tanggung jawab demi terselenggaranya Pilkades Serentak 2019 secara demokratis.

Calon Kades diharap mematuhi dan melaksanakan segala peraturan perundang-undangan yang berlaku serta mengedepankan etika dan moralitas selama pelaksanaan Pilkades serentak 2019. “Calon Kades sepakat untuk menciptakan situasi yang kondusif selama pelaksanaan Pilkades serentak 2019,” jelasnya.

Kabag Operasional Polres Tangsel Kompol Murodih mengatakan, jumlah personel yang akan diterjunkan untuk mengamankan Pilkades belum bisa diketahui.  Ini disebabkan titik-titik kerawanan belum bisa diketahui tiap wilayah.

“Untuk tentukan personel ini berdasarkan kerawanan, prediksi kerawanan yang terjadi di masing-masing wilayah. Intel-intel tiap polsek akan lapor titik-titik rawan dan keperluan personel,” ujarnya.

Murodih menambahkan, semua lokasi dianggap rawan karena, masing lokasi tingkat kerawanan beda-beda. Ia mencontohnya di Kecamatan Legok pernah ada konflik. Di Pagedangan calon Kades lebih dari 5 orang. Di Cisauk jumlah pemilihnya banyak. Dimana tiap daerah kondisi kerawanannya berbeda-beda. (asp/rbnn)