Cegah Penyelundupan Narkoba, KSKP Merak Gelar Razia

KSKP Merak
Suasana razia KSKP Merak, Senin (1/2/2016). (Foto: Devi Krisna)

MERAK – Kabar adanya aktivitas suplai dan penyelundupan narkoba dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa dengan menggunakan akses Pelabuhan Merak direspon oleh Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak dengan menggelar razia, Senin (1/2/2016). Satu persatu muatan kendaraan umum berbagai jenis menjalani pemeriksaan oleh polisi yang disiagakan.

Kepala KSKP Merak, AKP Nana Supriatna mengatakan, penyelundupan narkoba dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa melalui Pelabuhan Merak itu sangat memungkinkan, mengingat kawasan yang menjadi obyek vital nasional itu merupakan salah satu pintu gerbang antar kedua pulau. “Dari hasil analisa, masih adanya penyelundupan narkoba dari Sumatera ke arah Jawa. Makanya karena pelabuhan ini merupakan pintu gerbang Jawa, kami perketat pengawasan di dalam Kawasan Pelabuhan Merak. Dengan cara melakukan pemeriksaan kendaraan yang dari arah Sumatera,” ujarnya.

Pantauan Radar Banten Online, tak hanya muatan, barang bawaan penumpang pun satu persatu tak luput dari pemeriksaan sebelum keluar meninggalkan Kawasan Pelabuhan Merak. “Kami saring dulu di sini, karena di sini menjadi zona pemeriksaan kendaraan. Kami awasi barang dan orang satu persatu. Apalagi, ada beberapa pengungkapan yang dilakukan oleh jajaran Polda Banten, berupa terungkapnya gudang yang menyimpan ganja sebanyak 1,5 ton di Serang. Serta pengungkapan penyelundupan sabu menggunakan bus,” tambahnya.

Pelabuhan Merak, kata dia, dikhawatirkan akan menjadi gerbang masuk barang haram tersebut, selain akses beberapa pelabuhan lainnya yang ada di Banten. “Namun, karena kami di Merak, makanya kami perketat yang ada di sini. Sementara terkait sering tidaknya Pelabuhan Merak menjadi jalur penyelundupan, kami belum mengetahui secara pasti. Akan tetapi, hal ini merupakan bentuk upaya yang kami lakukan, selaku penanggung jawab Pelabuhan Merak. Namun, hingga saat ini kami belum menemukan narkoba dari pemeriksaan kali ini,” tandasnya. (Devi Krisna)