Suasana apel besar dan pembekalan Bhabinkamtibmas

CILEGON – Kepolisian perlu terjun langsung ke tengah-tengah umat untuk menangkal dan meminimalisir peredaran faham radikal di masyarakat. Demikian ajakan dari Abdul Karim Ismail, tokoh agama Kota Cilegon kepada Kapolda Banten Brigjen Pol Boy Rafli Amar, saat dirinya menyampaikan sambutan pada apel besar dan pembekalan Bhabinkamtibmas dalam rangka peningkatan pelayanan Bhabinkamtibmas Polres Cilegon dan Polres Serang di Hotel Bintang Laguna, Rabu (20/1/2016).

“Polisi bila perlu sering-sering menjadi khotib Jumatan, ataupun pas pengajian-pengajian tertentu. Soalnya, kalau polisi yang khutbah, tentu apresiasinya dari umat juga akan berbeda. Dengan begitu bahaya gerakan radikal juga bisa dicegah,” ujarnya.

Ketua DKM Masjid Nurul Ikhlas Cilegon ini menambahkan, dulu khutbah di sejumlah masjid di Cilegon kerap diisi oleh polisi. Namun belakangan ini, kata dia, hal itu tak lagi terjadi. “Apalagi polisi yang khutbah itu lebih fasih dalam bahasa arabnya, umat tentu angkat tangan. Baik itu dalam baca ayatnya, sistematis dalam penyampaian ceramahnya, itu akan lebih baik. Jadi polisi perlu dilibatkan, karena tugas dakwah itu adalah tugas semua. Kami juga mengharapkan kondusifitas daerah, kalau semua kondusif, Insya Allah beban Polri pun akan semakin ringan,” katanya.

Sementara itu Kapolda Banten Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengapresiasi ajakan tersebut. Kapolda mengaku sejauh ini pihaknya bahkan telah menginstruksikan petugas Bhabinkamtibmas untuk rutin menggelar dialog di masjid-masjid. “Jadi seperti hari Jumat itu selain dia (Bhabinkamtibmas) wajib sholat Jumat di masjid, juga sekaligus menyampaikan pesan-pesan dan imbauan kamtibmas. Tidak hanya di masjid, juga dia masuk ke majelis ta’lim, majelis dzikir dan lainnya,” katanya. (Devi Krisna)