Cegah Sakit Jantung Secepat Mungkin

0
679 views

SERANG – Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Utama Provinsi Banten menyelenggarakan kegiatan pelatihan program terpadu. Pelatihan dari berbagai jenis ini dinilai dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung hingga sepuluh persen.

Ketua YJI Cabang Utama Provinsi Banten Moh Yanuar mengatakan, pelatihan bantuan hidup dasar (BHD) yang menjadi salah satu dari berbagai jenis pelatihan itu merupakan hal krusial untuk dilakukan dan diketahui oleh masyarakat.

“Menurut data, pelatihan BHD dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung hingga sepuluh persen,” ujar Yanuar saat membuka Pelatihan Program Terpadu Pendidikan Pelatihan Dasar Klub Jantung Sehat (KJS) dan Klub Jantung Remaja (KJR) serta Pelatihan Lompat Tali Jantung Sehat (LTJS) dan BHD melalui press release yang disampaikan kepada Radar Banten, Jumat (19/7).

Pada kegiatan itu juga dilakukan pelatihan yang mendukung dalam menjaga kesehatan jantung. Yanuar juga mengimbau kepada seluruh peserta agar mengikuti kegiatan pendidikan pelatihan, khususnya KJS. Hal ini dilakukan agar peserta dapat menyosialisasikan dan memviralkan kepada masyarakat tentang pentingnya senam jantung bagi kesehatan jantung.

“Khusus kepada para pelajar, saya berharap untuk mengikuti dengan baik kegiatan ini karena saya mempunyai impian di Banten memiliki Tim Reaksi Cepat yang memberikan bantuan kepada masyarakat yang mengalami serangan jantung,” tutur lelaki yang juga menjabat kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Banten ini.

Yanuar berharap masyarakat akan semakin peduli dan tahu tentang pencegahan dan penanganan penyakit penyebab kematian nomor satu di Indonesia ini.

Pelatihan program terpadu ini dilaksanakan YJI Cabang Utama Provinsi Banten bekerja sama dengan Yayasan Jantung Indonesia Pusat. Pelatihan ini juga bekerja sama dengan OPD Pemprov Banten, antara lain Dinas Kesehatan (Dinkes), DPRKP, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud), dan Sekretariat DPRD Provinsi Banten.

Plaza Aspirasi di KP3B dan kantor Dinkes menjadi lokasi kegiatan. Sebanyak 128 peserta mengikuti pelatihan selama tiga hari. Ratusan peserta yang itu terdiri dari 64 peserta KJS, 32 peserta KJR, dan 32 peserta LTJS. Kegiatan yang mendapat dukungan Bank Banten, RS Sari Asih Serang, dan RS Krakatau Medika Cilegon ini juga menghadirkan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) sebagai narasumber. (Rostinah/RBG)