Cek Fakta: Arab Saudi Merayakan Masa Berakhirnya Lock Down

Melalui grup percakapan WhatsApp, beredar video yang mengklaim Arab Saudi merayakan berakhirnya lock down di negara mereka. Dalam video berdurasi tiga menit itu warga yang tengah melakukan arak-arakan pada malam hari.

Begini narasi yang beredar:

Arab Saudi merayakan masa berakhirnya LOCKDOWN (sepertinya LOCK DOWN akan berakhir seluruh dunia).

PENJELASAN:

Dalam video viral itu terlihat beberapa orang yang tengah menaiki kuda, diikuti dengan mobil polisi, mobil ambulans dan mobil pemadam kebakaran. Terlihat masyarakat sekitar juga ikut serta bersorak menyambut iringan mobil-mobil tersebut di pinggir jalan.

Namun setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, ditemukan fakta bahwa hingga saat ini Arab Saudi belum membuka status lock down mereka. Melansir dari laman www.turnbackhoax.id disebutkan bahwa Arab Saudi saat ini hanya melonggarkan status lock down dikarenakan tengah memasuki bulan suci Ramadan.

Hal tersebut dilakukan agar masyarakat dapat berbelanja kebutuhan tanpa batas waktu di area tempat tinggal mereka. Meski begitu, Arab Saudi sendiri masih menerapkan jam malam sesuai dengan dekrit yang pernah dikeluarkan oleh Raja Salman.

Keterangan serupa disampaikan  KBRI Riyadh. Pelaksana Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya (Pensosbud) KBRI Riyadh, Djoko Sulastomo menjelaskan bahwa kebijakan terkait Covid-19 di Arab Saudi terakhir kali diatur dalam dekrit Raja Salman yang dikeluarkan 26 April 2020.

“Jadi di Arab Saudi pada malam hari tetap tidak boleh keluar,” jelas Djoko.

Lebih lanjut Djoko menjelaskan bahwa hingga saat ini Arab Saudi tetap memberlakukan jam malam.

“Tidak ada perayaan apa pun. Di Arab Saudi masih tetap tidak boleh keluar dari pukul 17 sore sampai pukul 9 pagi hari berikutnya,” pungkasnya.

Pasca dilakukan penelusuran lebih lanjut, diketahui bahwa video yang menyebut warga Arab Saudi tengah merayakan masa berakhirnya lock down adalah tidak benar. Faktanya, video tersebut terjadi di dua distrik komersial bernama Naif dan Al Ras, Dubai, Uni Emirat Arab. Perayaan tersebut dilakukan warga Naif dan Al Ras dalam rangka menyusul pencabutan status lock down di wilayah mereka.

Unggahan tersebut masuk ke dalam kategori false context. False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada. (alt)