Cek Fakta: Hacker Ambil Alih Akun Medsos untuk Sebar Video Porno

Beredar informasi di percakapan grup WhatsApp dan postingan di platfrom media Facebook yang memberitahukan hacker sudah mulai masuk ke Facebook dan WA.

Isi pesan berantai tersebut seperti ini:

“TV One baru saja mengeluarkan berita bahwa hacker sudah mulai masuk WA, mereka menempatkan video seks/porno, atau permintaan dana dengan berbagai alasan memakai nama anda pada teman2 anda, tanpa anda mengetahuinya.

Anda tidak dapat melihatnya, namun orang lain bisa melihatnya se-olah2 anda yg mempublikasikannya. Jadi, jika anda menerima suatu video atau permintaan dana (barangkali atas nama saya), maka itu bukan saya, mohon konfirmasikan ke saya!!!*

Ternyata hal ini sdh terjadi bbrp kasus dlm bbrp group WA. Waspadalah, jangan sampai terjadi pd akun anda. Terimakasih.

NB: Sebarkan berita ini, demi keamanan anda.

Terimakasih.

PENJELASAN:

Pesan berantai tersebut telah meresahkan masyarakat, lantaran beredar ditengah pandemi wabah Covid-19.

Menurut Kabid Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Diskominfo Banten, Rosmawati, informasi tersebut sudah dinyatakan hoax oleh Kementerian Kominfo melalui website resmi.

“Informasi tersebut adalah hoax lama, yang dipublikasi kembali oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab,” kata Ros kepada Radar Banten, kemarin.

Ia menegaskan, masyarakat jangan mudah percaya dan tidak ikut menyebarkan informasi hoax tersebut.

“Hoax seperti ini pernah terjadi sebelumnya, jadi warga mohon untuk tidak mempublikasikannya kembali ditengah pandemi covid saat ini,” tuturnya.

Sebelumnya, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) lewat akun resmi Twitternya @TurnBackHoax, menegaskan pesan berantai atau informasi tersebut adalah Hoax lama yang dipublikasi kembali. Pesan Hoax itu terkait dengan pesan resmi yang dirilis oleh Facebook pada akhir tahun 2011. Saat itu pihak Facebook memperingatkan bagi para penggunanya bahwa ada celah serangan spam yang menyebabkan penggunanya melihat gambar-gambar pornografi di beranda teman yang dapat mengganggu anda.

Mafindo menjelaskan, peretas (hacker) yang diklaim bisa mengambil alih akun Facebook atau WA, tidak bisa begitu saja mengambil sebuah akun. Yang bisa dilakukan adalah membuat akun palsu, atau menjebak pemilik akun untuk melakukan beberapa kegiatan yang menyebabkan akun mereka bisa diakses tutur Mafindo dalam keterangan resminya.

Hoax tersebut sebelumnya pernah mengatasnamakan media Metro TV, sekarang kembali dipublikasikan mengatasnamakan TV One, dan diviralkan di grup percakapan WA. (den/air)