Cek Fakta: Ibu Ini Cuma Dapat Bantuan Beras 1 Liter dan Mie Instan 2 Bungkus untuk 4 Bulan

Akun Facebook Agah Mohammad Noor pada 9 Mei 2020 pukul 10.08 wib mengunggah sebuah  video dengan narasi sebagai berikut:

“Viralll warga Cimone Tangerang mendapatkan bantuan beras hanya 1liter dan mie 2 bungkus.”

Di dalam video itu, tampak seorang ibu memprotes bantuan sosial yang diterima terkait Covid-19. Mereka merasa bantuan itu tidak cukup karena hanya berisi 2 bungkus mi instan dan 1 liter beras. Disebutkan dalam video, mereka berdomisili di kawasan Cimone, Kota Tangerang. Mereka pesimistis dapat bertahan hidup beberapa bulan ke depan dengan jumlah bantuan tersebut.

PENJELASAN

Video itu sempat viral dan menjadi bahan perbincangan. Namun, setelah viral, Tim Cek Fakta Radar Banten mendapatkan video klarifikasi yang disampaikan ibu yang ada di dalam video itu. Ia mengklarifikasi dan meminta maaf. Ia mengatakan bahwa bantuan yang diterima berasal dari lumbung pangan RW setempat. Bukan dari bantuan pusat atau provinsi yang sampai saat ini belum turun.

Dalam video klarifikasi terekam Sari dan Nurhayati meminta maaf atas kesalahan informasi yang diterimanya.  “Saya minta maaf atas ketidaktahuaan saya. Saya enggak tahu kalau ini bukan dari pemerintah, tapi dari lumbung RW,” kata Sari di video tersebut.

“Kalau saya memang tidak dapat bantuan, prihatin saja dengan nasib teman. Saya juga bingung masa Pak Jokowi memberikan bantuan hanya seperti itu,” kata Nurhayati.

“Ini cuma ketidaktahuan kami. Saya minta maaf kepada RT, RW, lurah dan camat. Ini sikap emosional sesaat saja,” kata Nurhayati yang berada di samping Sari.

Camat Karawaci Tihar Sopian membenarkan bantuan logistik yang diberikan ke dua warga itu dari program Lumbung Pangan RW setempat. “Ibu-ibu tersebut dapat dari Lumbung Pangan yang dibagikan oleh RT dan RW,” katanya.

Lumbung Pangan merupakan program sosial yang digencarkan Pemerintah Kota Tangerang, untuk mendorong warga terutama yang mampu di setiap lingkungan RT dan RW bergotong-royong memberikan donasi. Adapun donasi yang terkumpul nantinya akan dibagikan kepada warga yang sangat membutuhkan. “Jadi, beras tersebut hasil donasi warga. Bukan dari bantuan pusat atau provinsi yang sampai saat ini belum turun,” pungkasnya.

Jadi kesimpulannya, ibu yang ada di video itu sudah mengklarifikasi dan meminta maaf. Bantuan yang diterima ibu itu berasal dari lumbung pangan RW setempat. Bukan dari bantuan pusat atau provinsi. (alt)