Cek Fakta: PSBB di Kota Cilegon, Jalur Protokol Ditutup

Beredar informasi melalui grup percakapan WhatsApp mengenai penutupan akses jalur protokol di Kota Cilegon karena ada kegiatan pembatasan sosial berskala nasional (PSBB). Kabar itu beredar sejak Kamis (16/4) malam hingga kemarin (17/4). Radar Banten menerima pesan berantai pada Kamis malam.

Berikut isi pesan berantai:

Assalamualaikum wr wb…

Kami himbau terhadap warga kota cilegon ataupun sekitarnya.

 Untuk mulai besok pagi’

Pukul:07:00 wib.

 dari pihak kepolisian dan kodim 0623 akan dimuali y giat PSBB dibantu dari DISHUB KOTA CILEGON

 akan ada pemindahaan arus jalan dari kota serang menuju kota cilegon akan di pindahkan/melintasi jalur PCI(pondok cilegon indah) dan sebaliknya dari arah merak dan anyer menuju kota cilegon jalan protokol akan di pindahkan lewat jalan makam balung,untuk jalan protokol akan ada lockdown dan penyeterilan jalan dan pusat kota cilegon.

Adapun masyakat link kadipaten yang mau berangkat kerja wayahnya lewat belakang apabila mau lewat jalan kota/protokol pukul 05:30 wib.pukul 07:00 wib sudah ditutup sampai waktu yang akan di tentukan dari kapolres dan pak dandim,

Kota cilegon cegah covid 19

Kota cilegon lockdwon.

Semoga pencegahan ini berhasil dan aktifitas kita semua bisa kembali seperti biasa.

Terima kasih.

Wassalamualaikum wr wb.

PENJELASAN

Untuk menelusuri kebenaran kabar di media sosial itu, Radar Banten menghubungi Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana. Kapolres secara tegas mengatakan bahwa akan ditutupnya jalan protokol di Kota Cilegon tidak benar alias hoax. Saat ini jalan protokol Kota Cilegon masih bisa dilalui secara normal. “Penutupan jalan protokol hoax,” kata Yudhis melalui pesan whatsapp.

Senada dengan Yudhis, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade juga menyebut adanya informasi penutupan jalan protokol Kota Cilegon tidak benar. Kota Cilegon belum ada kasus terkonfirmasi positif corona sehingga harus PSBB. “PSBB  tidak dilakukan karena zero corona. Kami berharap seperti ini terus,” ucapnya ditemui di Kantor Walikota Cilegon.

Ia meminta kepada masyarakat Kota Cilegon untuk tidak termakan isu yang tidak benar. “Jika ada informasi yang belum pasti kebenarannya jangan buru-buru percaya,” pintanya.

PSBB di Banten hanya terjadi di Tangerang Raya, yakni Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Tangsel, yang berlaku mulai hari ini (18/4) hingga 3 Mei 2020. PSBB di Tangerang Raya diterapkan setelah mendapat persetujuan dari Kementerian Kesehatan. Gubernur Banten pun telah menerbitkan Pergub PSBB di Tangerang Raya. (alt)