MERAK – Kepala BLH Kota Cilegon Efud Saefudin mengancam akan memberikan sanksi tegas ke PT Meisha Internusa Teknik (MIT), bila terbukti dengan sengaja membuang oli bekas ke kawasan Situ Rawa Arum. Ancaman sanksi itu yakni berupa pencabutan sejumlah perizinan milik perusahaan, lantaran telah menyebabkan kerusakan ekosistem dan matinya ratusan ikan di situ seluar 12 hektare itu.

“Kita siapkan langkah sebagai tindak lanjut dari pencemaran itu, perusahaan yang terbukti dengan sengaja membuang limbah di sana, bisa disanksi dengan cara ganti rugi atau pencabutan izinnya,” ujarnya melalui sambungan telpon, Kamis (19/2/2015).

Meski begitu, Efud mengungkapkan, pihaknya hingga kini belum bisa memastikan hasil dari uji lab yang dilakukan oleh BLH, terkait pencemaran yang terjadi di Situ Rawa Arum itu. “Saya belum tahu, tapi secepatnya akan kita sampaikan hasilnya,” ungkapnya.

Efud menduga, tumpahan oli bekas yang berceceran di Situ Rawa Arum itu terjadi karena insiden kelalaian pegawai perusahaan konstruksi itu saat bekerja, bukan karena unsur kesengajaan. “Kita kan belum lihat hasilnya. Yang saya tahu, perusahaan tidak sengaja menumpahkan dan akhirnya tercecer hingga ke situ,” jelasnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Rawa Arum Husen Saidan mengaku khawatir dengan dampak oli yang sudah membunuh ratusan ikan di area yang rencananya akan dijadikan Pemkot Cilegon sebagai obyek wisata itu. “Kami juga masih menunggu hasilnya, kalau masalah khawatir atau tidak, tentu saja kami sangat khawatir. Kalau Pemerintah diam, maka kita akan bawa masalah ini ke ranah hukum,” tegasnya. (Devi Krisna)