Malang betul nasib Mintul (42) nama samaran. Rumah tangga wanita asal Cikande itu harus berakhir menggelikan dengan suaminya, sebut saja Jono (41), yang kepincut perempuan lain karena lebih muda dan berstatus mahasiswi kebidanan. Alasan Jono meminta cerai juga tidak masuk akal, hanya gara-gara bodi Mintul kurang bohay. Wah wah wah, alibi nih kayaknya, tanda-tanda ogah kredit kasur lagi.

    Saat ditemui Radar Banten di kediamannya, secara fisik, paras Mintul standarlah, standar artis maksudnya. Namun, dulu yang menjadi pemikat hati kaum lelaki dari Mintul adalah jiwa sosialnya yang tinggi. Hal itu dibuktikan oleh Mintul dengan mentraktir makan Radar Banten di sebuah warung makan. Enak, sering-sering saja ya, Mbak.

    Mintul mengakui, dari dulu mempunyai banyak kekurangan pada fisiknya. Dari kecil, Mintul sudah sering sakit karena memiliki riwayat penyakit lemah jantung yang merupakan penyakit turunan. Hidung Mintul sering keluar darah alias mimisan. Karena itu, Mintul tidak terlalu doyan makan, hanya syarat saja agar staminanya tetap terjaga.

    Berbeda dengan Jono yang memiliki tubuh ideal. Sudah tinggi, badannya juga kekar. Tampangnya sih biasa saja, tidak ada yang istimewa. Kendati begitu, Jono mempunyai sifat ‘pede’ luar biasa. Mintul dikenalkan Jono oleh teman mainnya. Saat itu, dengan temannya, Jono sengaja main ke rumah Mintul. Terjadilah perbincangan di antara keduanya hingga curhat kalau keduanya sama-sama berniat mencari calon pendamping hidup. Klop dong.  

    Seiring waktu, mereka semakin intens berkomunikasi hingga hubungan pertemanan mereka pun semakin akrab. Merasa ada kecocokan, keduanya sepakat untuk pacaran. Tak butuh lama untuk melanjutkan hubungan ke arah lebih serius. Setahun kemudian, mereka pun mengikat janji sehidup semati naik ke pelaminan.

    Mengawali rumah tangga, untuk sementara mereka tinggal di rumah orangtua Mintul. Sikap Jono pun menunjukkan layaknya sosok suami yang bertanggung jawab. Di ranjang pun Jono selalu menunjukkan keperkasaannya. Puas pokoknya.

    Pekerjaan Jono seorang buruh pabrik di Serang, penghasilannya lumayan. Tak jarang Jono menumpahkan perhatian terhadap Mintul dengan membelikan pakaian setiap kali tanggal muda. Rona kebahagiaan keduanya semakin terpancar setelah mereka dianugerahi sang buah hati. Kehidupan rumah tangga mereka pun semakin harmonis.

    Prahara rumah tangga mereka pun tiba di tahun kedua. Mintul sejak itu sering mengeluh sakit. Jono pun menyadari ada yang tidak beres dengan kesehatan istrinya. Bukannya perhatian yang diberikan kepada Mintul, Jono malah seolah tak peduli. “Pokoknya, sejak lahir anak pertama, saya jadi sering drop. Apalagi kalau musim hujan, capek dikit langsung sakit. Enggak tahu kenapa, mungkin penyakit turunan,” keluhnya.

    Suatu hari peristiwa memilukan itu pun datang. Semakin berkurangnya perhatian Jono membuat Mintul curiga. Benar saja, di belakang Mintul, Jono main gila. Hampir setiap hari Jono mengantar jemput sesosok perempuan berseragam sekolah, atas aduan teman Mintul. Sampai akhirnya, Mintul mencari tahu sendiri kelakuan buruk Jono. Mintul masih sabar, Mintul tidak langsung melabrak Jono di depan selingkuhannya. “Saya enggak pernah menyangka dia (Jono-red) setega itu,” kesalnya.

    Jono mengaku selingkuh karena cintanya terhadap Mintul sudah luntur. “Alasannya konyol, gara-gara saya kalah cantik dan bohay ketimbang wanita selingkuhannya. Gila kan,” sesalnya.     Sampai akhirnya, Mintul mendapat bantuan teman Jono yang iba dengan nasibnya dipermainkan suami untuk memergoki Jono yang sedang berduaan dengan wanita muda nan bohay di sebuah warung makan.

    Keributan pun tak terelakkan di antara keduanya. Mintul yang terbakar api cemburu terpancing emosi. “Selingkuhan Jono ngakunya enggak tahu kalau Jono sudah punya anak istri. Ngakunya duda ditinggal mati istri, parah kan,” kesalnya. Sudah dianggap setan nih Mbak Mintul.

    Mendengar pengakuan perempuan selingkuhan Jono, Mintul langsung pingsan dan tak sadarkan diri. Bukannya menolong, Jono malah kabur meninggalkan Mintul dan pergi bersama selingkuhannya. Waduh, terlalu.

    Begitu Mintul sadarkan diri, tak berpikir panjang untuk menceraikan Jono. Seminggu berlalu sejak kejadian itu, Mintul dibantu orangtuanya menempuh perceraian di Pengadilan Agama. Mintul dan Jono pun resmi berpisah. “Mungkin ini yang terbaik,” ucapnya,

    Sabar ya Mbak Mintul. Insya Allah bisa mendapatkan pengganti Jono yang lebih baik. Amin (mg06/zai/ira)