Cerita Triyoso, Pasien OTG Covid-19

0
395 views
Triyoso membawa koper saat dinyatakan sembuh dari Covid-19 meninggalkan Trans Hotel, Kota Cilegon, beberapa waktu lalu.

Pakai Masker, Jaga Jarak, dan Cuci Tangan Itu Penting

Dua petugas menggunakan hazmat membuka gerbang besi berwarna hitam, sejurus kemudian, Triyoso keluar sambil menarik koper besar berwarna ungu.

BAYU MULYANA – CILEGON

Mengenakan kaos polo biru dongker serta celana panjang berwarna krem Triyoso meninggalkan wisma isolasi bersama Trans Hotel. Pria 57 tahun itu akhirnya pulang kembali ke rumah setelah 10 hari menjalani isolasi di fasilitas yang disiapkan oleh Pemerintah Kota Cilegon tersebut.

Meski tertutup masker, ekspresi bahagia tetap terlihat dari raut wajah warga Pondok Cilegon Indah (PCI), Kecamatan Cibeber tersebut. Petugas medis menyemprot seluruh tubuh Triyoso menggunakan disinfektan.

Selesai disemprot, Tiryoso disambut oleh Walikota Cilegon Edi Ariadi, Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon Maman Mauludin, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Bappeda) Kota Cilegon Erwin Harahap, serta sejumlah pejabat Pemkot Cilegon.

Berbincang beberapa menit dengan Walikota Cilegon, ia kemudian diantar pulang oleh petugas dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Cilegon ke kediamannya.

Triyoso mengaku tak menyangka akan menjadi salah satu dari sekian orang yang merasakan fasilitas isolasi bersama. Meski tempat isolasi adalah hotel ia mengaku sempat membayangkan seramnya menjalani isolasi.

“Ternyata enggak, pelayanan cukup bagus, makan minum semua tercukupi dengan baik,” ujar Triyoso.

Triyoso juga sempat membayangkan jauh dari keluarga selama waktu yang cukup lama, ia merasa khawatir tak bisa berkomunikasi. Namun ternyata, ia tetap bisa berinteraksi dengan keluarga kendati menggunakan smartphone.

Hari-hari di ruang isolasi mandiri digunakan untuk olahraga serta beribadah.

Kendati pelayanan selama isolasi cukup bagus, serta tak merasakan rasa sakit selama menderita Covid-19, ia tetap mengingatkan kepada masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan.

Menurutnya, pakai masker, cuci tangan, dan menjaga jarak sangat penting agar tidak terkontaminasi virus tersebut.

Triyoso menganggap kesehatan tetap menjadi prioritas utama, sehingga masyarakat diharapkan tidak mengabaikan keberadaan virus tersebut karena bisa mengancam siapapun. (*)