CFD Kembali Ditutup Sementara

0
436 views

CILEGON – Car Free Day (CFD) Cilegon di Jalan Yasin Beji, Kelurahan Kotabumi, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon kembali dihentikan sementara.

Penghentian sementara itu seiring dengan adanya Perubahan zona di Cilegon dari orange ke merah sejak 16 November 2020.

Diketahui, sebelumnya, CFD sempat kembali dibuka saat status zona penyebaran Covid-19  Kota Cilegon membaik.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Cilegon Abadiah menjelaskan, setelah Kota Cilegon menjadi zona merah, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Banten meminta untuk mengevaluasi serta menutup kegiatan yang menimbulkan kerumunan orang seperti salah satunya CFD yang biasa dilakukan pada Minggu.

Dijelaskan Abadiah, kebijakan untuk menutup sementara kembali CFD untuk menekan peningkatan kasus Covid-19 di Kota Cilegon yang dipicu karena mobilitas orang dan mencegah kerumunan.

“Langkah ini diambil untuk membatasi kegiatan yang melibatkan banyak orang untuk berkumpul, penutupan sementara ini kami sampaikan dengan Nomor Surat 800/941/Sekrt berlaku sejak tanggal 22 November 2020,” ujar Abadiah, Minggu (22/11).

Abadiah mengaku kebijakan penutupan ini sangatlah berat, karena aktifitas CFD dapat menumbuhkan sektor perekonomian para pelaku UMKM dan baru saja dibuka tiga pekan yang lalu.

“Kami setiap pelaksanaan kegiatan CFD sesungguhnya sudah melakukan pengawasan bersama dengan pihak Kepolisian, Dinshub, Dinas Satpol-PP dan BPBD agar para pengunjung dan pelaku UMKM yang dikoordinir oleh Paguyuban Wirausaha Cilegon (Pawon) dan Kewirausahaan HPPB dalam penerapan 3 M,” ujarnya

Sementara itu, sejumlah langkah-langkah dan upaya lain yang dilakukan Disperindag mengajak kepada Pawon dan Kewirausahaan HPPB pasca ditutup sementara CFD untuk membuat inovasi ‘belanja daring’, sehingga walaupun aktivitas CFD ditutup sementara diharapkan para pelaku UMKM dapat melangsungkan usahanya. Hal ini perlu dilakukan agar para UMKM bertahan ekonominya.

Sementara itu, Sekretaris Diperindah Kota Bayu Panatagama menjelaskan, indikator Cilegon berstatus Zona merah bahwa CFD bukan satu-satunya manjadi faktor utama,

“Mungkin yang dimaksud adalah kerumunan orang,” ujarnya.

Bayu menilai garda terdepan mengatasi pandemi ini adalah kesadaran masyarakat untuk disiplin melaksanakan 3 M, yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak, serta tidak panik.

Untuk itu, kita perlu mengingat petuah ampuh bapak kedokteran dunia, Ibnu Sina Avicenna, “Kepanikan adalah separuh penyakit. Ketenangan adalah separuh obat. Kesabaran adalah awal dari kesembuhan.”

“Kejernihan hati dan pikiran akan menerbitkan solusi dan kreatifitas penyelesaian masalah yang lebih matang dan terang benderang,” tuturnya. (Bam)