Cikande Permai Andalkan Dua RW

0
395 views

CIKANDE – Pemerintah Desa Cikande Permai hanya memfokuskan perhatiannya pada penataan dua lingkungan RW di wilayahnya. Alasannya, pandemi Covid-19 membuat pemerintah desa di Kecamatan Cikande ini tidak bisa mengandalkan RW lain di wilayahnya

Lomba Resik Lan Aman (LKBA) Kabupaten Serang 2020, Pemkab Serang telah mewajibkan semua RW ikut lomba. “Di Desa Cikande Permai ada sembilan RW. Tapi di lomba kali ini, kami akan fokus di dua RW saja. Satu di RW 09 yang tahun lalu sudah ikut, sama penambahan RW 01 RW 01. Kalau untuk target dari dua RW itu, semoga yang satu bisa mempertahankan prestasinya. Sedangkan yang satunya bisa meraih prestasi di kategori pemula,” kata Kepala Desa Cikande Permai Dayari.

Ia menyebutkan beberapa faktor yang membuat pihaknya hanya mengandalkan dua RW tersebut. Di antaranya, karena kondisi pandemik saat ini membuat pihak desa sulit mengumpulkan warga untuk kerja bakti. Wilayah Cikande Permai yang cukup luas juga dijadikan alasan, Dayari mengaku sulit untuk langsung menata semuanya.

“Kesiapan warganya dan luasnya Cikande Permai membuat saya memutuskan hanya mengambil dua RW saja,” tegasnya.

Dayari berharap, RW 09 dan RW 01 bisa bersaing dengan peserta lain dan kembali meraih prestasi seperti LKBA 2019. “Minimal bisa seperti tahun lalu, tapi saya berharap lebih baik lagi,” pungkasnya.

RW 01 merupakan peserta pemula di LKBA 2020. Kampung ini dinilai layak mengikuti lomba karena kesiapan warga dan lingkungannya.

Menurut Ketua RW 01 Tatang Suhendar, lingkungannya akan mengutamakan penghijauan dan kebersihan. “Setiap rumah harus ada minimal satu pohon yang besar. Sedangkan untuk tanaman yang di pot, harus lebih banyak lagi,” ujarnya.

Kesiapan RW 01 mengikuti LKBA, lanjut Tatang, karena kegiatan penghijauan sudah dilakukan warganya jauh sebelum diikutkan lomba. “Warga lingkungan kami sudah lama melakukan penghijauan. Sekarang tinggal penambahan  saja,” jelasnya.

Ketua RT 01 RW 01 Agus Sutrisno menambahkan bahwa kegiatan pemberdayaan masyarakat di kampungnya juga telah berjalan. Salah satunya adalah warung kopi yang dikelola pemuda.

Pengurus lingkungan juga memberikan tempat bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menangah (UMKM) untuk menjalankan bisnisnya. “UMKM warga ada sekitar sembilan. Semuanya jenis kuliner. Rata-rata adalah warga yang terdampak Covid-19 karena dirumahkan. Kami kasih tempat untuk mereka berjualan dari sore hingga malam di fasum RT 01,” beber Agus. (rio/don)