Cilegon Tak Pasang Target di Cabor Tenis Meja Porprov

Atlet tenis meja Kota Cilegon yang disiapkan untuk tampil pada Porprov V Banten 2018 berlatih rutin di GOR ASA Sport Center, Kota Cilegon, Selasa (22/5) sore.

CILEGON-Pada multievent Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Banten 2018 yang akan digelar November mendatang di Kabupaten Tangerang, Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Cilegon tidak ingin sesumbar. Tak ada target khusus yang dibebankan kepada atlet di pesta olahraga terbesar Provinsi Banten itu.

Pada porprov nanti, cabang olahraga (cabor) tenis meja akan mempertandingkan lima kategori, yakni tunggal putra putri, ganda putra putri, dan ganda campuran.
Kepala Pelatih Tenis Meja Cilegon Jafar Umar mengatakan, melihat pesaing yang akan mereka hadapi seperti atlet tuan rumah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan yang telah memiliki sekolah khusus tenis meja, tentu lebih diunggulkan dibandingkan atlet binaannya.

“Kami sudah mengukur kemampuan serta kekuatan dengan atlet di tiga wilayah Tangerang. Jadi, kami tidak ingin muluk-muluklah,” ucap Jafar di GOR ASA Sport Center, Cilegon, Selasa (22/5) sore.

Meski tidak mengusung target khusus, Jafar menambahkan, pihaknya mengaku mampu mencuri medali di salah satu kategori. “Peluang tetap ada, tergantung kesiapan saja nanti. Kalau materi atlet tidak jauh berbeda, yang membedakannya nanti adalah kesiapan pada saat bertanding,” imbuhnya.

Pengcab PTMSI Kota Cilegon berkomitmen untuk menerjunkan atlet asli putra daerah Cilegon pada Porprov V Banten 2018. “Biasanya ada saja kabupaten kota yang mengambil atlet dari luar daerah. Ya, seperti porprov yang sudah-sudah, ada saja kabupaten kota yang mengambil atlet dari luar Provinsi Banten. Kami tetap konsisten akan menurunkan atlet-atlet lokal, apa pun hasilnya. Kami memiliki tujuan untuk melindungi pembinaan atlet di Banten,” tegasnya.

Ditemui di tempat yang sama, Asisten Pelatih Asmuni menyatakan, sebagai persiapan menghadapi porprov nanti, selain menggelar pemusatan pelatihan, pihaknya juga menjadwalkan beberapa kali tryout baik di dalam daerah maupun ke luar daerah. “Kami telah menjadwalkan beberapa kali tryout. Kami berharap bisa ambil bagian di salah satu kejuaraan sebagai tolok ukur kesiapan atlet,” ucapnya.

Sejauh ini, lanjutnya, persiapan atletnya sudah mencapai 70 persen, baik fisik maupun mental. Training center (TC) digelar sepekan penuh. “Mulai Senin sampai Jumat, kami fokus ke peningkatan teknik dan strategi. Sabtu dan Minggu khusus untuk pembentukan fisik. Hanya saja selama Ramadan volume latihan dikurangi sedikit untuk menyesuaikan kondisi atlet yang tenagh berpuasa. Nanti setelah Lebaran kita geber lagi,” tandas Asmuni. (dre/ibm/dwi/RBG)