Cilegon United Imbang, Perserang Menang

Pemain Perserang FC Ilham Zusril (tengah) menggiring bola dibayangi pemain PSGC Ciamis FC pada laga lanjutan Liga 2, di Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang, Jumat (19/7). Perserang selaku tuan rumah mampu mengatasi tamunya dengan skor 1-0.

CILEGON – Cilegon United (CU) berbagi poin alias ditahan imbang kala menjamu PSCS Cilacap di Stadion Krakatau Steel, Kota Cilegon, Jumat (19/7). Sementara Perserang meraih poin sempurna dengan mengalahkan PSGC Ciamis di Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang.

Pertandingan antara CU dengan PSCS Cilacap berlangung sengit. Menit-menit awal pertandingan berlangsung, Laskar Geger Cilegon selaku tuan rumah tampil percaya diri. Anak asuh Bambang Nurdiansyah terus bergerak mencari peluang agar bisa menembus pertahanan tamunya. Namun, PSCS Cilacap juga tampil mengejutkan.

Tidak mudah bagi CU untuk menguasai pertandingan. Kedua tim lantas menunjukkan pertarungan terbuka. Jual beli serangan tak terelakkan.

Keunggulan pertama dibuka oleh Hiu Pantai Selatan, julukan bagi PCSC Cilacap. Di menit ke-16, gelandang bernomor punggung 11, Imam Bagus, sukses menceploskan gol ke jala CU.

Penggawa CU yang tertinggal satu gol, tak berdiam diri. Namun, upaya yang dilakukan belum membuahkan hasil hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, Laskar Geger Cilegon menaikkan tensi serangannya. Hanya butuh waktu tiga menit sejak peluit dibunyikan, striker CU Teja Ridwan berhasil menyamakan kedudukan melalui sepakan kerasnya. Gol pemain dengan nomor punggung 27 itu tercipta memanfaatkan umpan tendangan pojok yang dilesatkan Kurniawan di menit ke-48. Skor 1-1 tetap bertahan hingga pertandingan berakhir.

Pelatih PSCS Cilacap Djoko Susilo mengaku cukup puas atas hasil pertandingan. Memboyong satu poin bagi Djoko sudah mengamankan target dari lawatannya ke Kota Cilegon. “Kemarin kan saya bilang target kami untuk mencuri poin. Kalau tidak berhasil tiga, ya cukup satu. Bagaimanapun hasil hari ini kita bersyukur,” kata Djoko.

Pelatih CU Bambang Nurdianyah mengatakan, seharusnya sebagai tuan rumah CU bisa meraih poin penuh. Mengamati pertandingan, Banur menilai, kebugaran pemain saat berlaga menjadi faktor hasil imbang itu.

“Setelah tur Sumatera kebugaran pemain menurun. Ini menjadi PR (pekerjaan rumah) untuk saya agar ke depan bisa lebih baik,” ungkap Banur.

Terpisah, Perserang memetik poin penuh dari laga menghadapi PSGC Ciamis. Perserang menang atas PSGC Ciamis dengan skor 1-0. Tampil di publik sendiri, klub Banten asal Kabupaten Serang sempat kesulitan meladeni permainan PSGC Ciamis.

Sejak kickoff dimulainya pertandingan, skuat Laskar Singandaru tampil mendominasi dan banyak menciptakan peluang. Namun, hingga turun minum, gol belum mampu tercipta.

Pada babak kedua, juru taktik Perserang Jaya Hartono mulai mengatur skema, dengan mengganti beberapa pemain. Alhasil pada menit ke-51 pemain tengah Perserang Muhammad Ridwan berhasil memanfaatkan sodoran bola dari sayap dan menciptakan sebuah gol.

Pelatih Kepala Perserang Jaya Hartono menuturkan, dari menit awal pemain sebetulnya sudah mampu menguasai jalannya pertandingan dan banyak menciptakan peluang hingga menit ke-20.

“Karena tidak terjadi gol, pemain agak sedikit frustasi sehingga tingkat kepercayaan dirinya menurun. Dari situlah lawan memanfaatkan kesempatan itu dan permainan lebih terbuka. Dan, babak kedua juga begitu, kita juga banyak ditekan,” tutur Jaya Hartono.

Namun, pihaknya bersyukur bisa menyapu bersih laga kandang dengan kemenangan, meski harus kerja keras. “Alhamdulillah kita syukuri kemenangan ini, berapa pun golnya, yang terpenting kita bisa mengamankan tiga poin,” ujar mantan pelatih Persib Bandung itu.

Jaya mengakui, skuat Perserang yang banyak diisi pemain muda itu tidak memiliki pendorong semangat atau leader di lapangan. “Kita akui karena mayoritas pemain diisi pemain-pemain muda dan tidak ada sosok leader yang dapat membakar semangat pemain saat di lapangan,” katanya (Rbs-brp/nda/ira)