Penjaga gawang Perserang Tb Syafrudin menahan serangan dari para pemain Cilegon United saat kedua tim bertemu pada laga lanjutan Liga 2 wilayah Barat di Stadion Krakatau Steel, Kota Cilegon, Selasa (24/7).

SERANG – Derby Banten yang mempertemukan Cilegon United (CU) dan Perserang berlangsung panas. Pertempuran di pekan kesepuluh Liga 2 Indonesia wilayah Barat di Stadion Krakatau Steel, Kota Cilegon, Selasa (24/7), sempat diwarnai adu tegang.

Sejak peluit pertama ditiup, kedua tim langsung bermain terbuka. Saling jual beli serangan terjadi di kedua tim. Pada menit ke-41, Cilegon United membuka keunggulannya melalui Andi Sopian yang berhasil menjebol gawang Perserang dengan memanfaatkan bola rebound.

Pemain Cilegon United dengan nomor punggung 23, Ade Ivan melesatkan si kulit bundar ke gawang Perserang, tapi berhasil ditangkis kiper Perserang Tb Syafrudin. Peluang bola muntahan itu tidak disia-siakan Andi Sopian yang langsung menendang ke gawang lawan. Skor 1-0 tidak berubah hingga akhir babak pertama.

Memasuki babak kedua, anak asuh Imam Riyadi (Cilegon United) sempat kewalahan menghadapi permainan dari Tugi Hadi cs. Okto Maniani, striker Perserang, terus menyerang masuk ke pertahanan Cilegon United, tetapi bola yang diarahkannya tidak berhasil menembus gawang lawan.

Keberuntungan masih berada di pihak tuan rumah. Memanfaatkan serangan balik di menit ke-48, Rinto Ali, penyerang Cilegon United, menembakkan bola dan membentur kaki rekannya Ade Ivan Hafilah dan bola langsung melesak masuk. Ketinggalan dua gol, Perserang terus membangun serangan untuk menyamakan kedudukan. Namun, serangan yang dibangun Okto selalu kandas di kaki pemain Cilegon United. Hingga babak kedua berakhir, kedudukan tidak berubah untuk keunggulan Cilegon United.

Pelatih Perserang Bambang Nurdiansyah mengaku menerima kekalahan. Kendati begitu, Banur, sapaan akrab Bambang Nurdiansyah, tetap bangga atas upaya yang dilakukan anak asuhnya itu.

Banur menilai, pemainnya telah berjuang keras untuk mendapatkan hasil maksimal. “Dari setiap kali pertandingan kami tetap akan melakukan evaluasi. Untuk pertandingan selanjutnya mudah-mudahan dapat lebih bagus,” katanya.

Imam Riyadi, Pelatih Cilegon United, mengapresiasi seluruh anak asuhnya atas hasil yang didapat. Namun, ia mengaku masih ada sedikit kekecewaan. “Pertandingan berjalan dengan baik, kita berhasil memetik poin penuh di home. Tapi, sedikit kecewa ada yang dirasakan karena melihat para pemain masih inkonsisten dalam bermain,” ucapnya.

CEO Cilegon United Yudhi Aprianto menganggap pertempuran melawan Perserang tidak ubahnya seperti pertandingan biasa melawan tim tamu lainnya. “Rivalitas hanya 90 menit saja. Setelah itu kita adalah saudara. Sejatinya sepak bola dijadikan sebagai alat pemersatu dan sebagai hiburan masyarakat,” tuturnya.

Setelah ini Cilegon United akan menjamu tim tamu, yakni Semen Padang pada Minggu 29 Juli. Begitu untuk Perserang yang akan menjadi tuan rumah pada pertandingan melawan Aceh United.

Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan penonton yang membuat keributan.

Selama pertandingan berlangsung kericuhan di tribun penonton sempat pecah. Suporter yang tidak diketahui dari mana asalnya bergerak maju hendak menyerang pendukung Cilegon United. Anggota kepolisian yang bertugas mengamankan stadion langsung mengambil langkah tegas dengan menembakkan gas air mata.

Petugas sempat kerepotan menghalau suporter yang semakin beringas. Senjata api sempat diletuskan ke udara. Kericuhan di zona tribun berhasil dikendalikan dan situasi kembali kondusif. (rbs/alt/dwi/RBG)