Cincin Kawin Hilang, Ngambeknya Bikin Pisah Ranjang

Budi (42) nama samaran, tidak sengaja menghilangkan cincin kawin dan membuat istrinya, sebut saja Jenab (41), nama samaran murka. Meski hanya simbol pernikahan, tetapi cincin kawin merupakan barang istimewa bagi Jenab. Gara-gara kejadian cincin hilang, rumah tangga mereka pun sempat mengalami pisah ranjang selama enam bulan. Peristiwa itu terjadi dua tahun lalu.

Budi ditemui Radar Banten di Kecamatan Ciruas, sedang duduk sambil minum es setelah mengikuti acara gerak jalan. Budi awalnya sempat menolak menceritakan masa lalunya, tetapi saat teman-temannya datang dan mengomporinya, bapak dua anak itu pun menceritakan kisahnya.

Budi bekerja sebagai guru SMP di Ciruas. Kesehariannya bersama Jenab berlangsung harmonis. Meski terkadang mereka ribut-ribut kecil karena faktor penyakit pelupa Budi, tetapi mereka cepat baikan dan saling memaafkan. “Yang parah mah pas kehilangan cincin itu,” kata Budi.

Budi menyadari kelemahannya sebagai lelaki yang suka teledor saat menyimpan barang. Katanya, bukan hanya cincin, sebelumnya Budi juga sering menghilangkan jam tangan, kunci motor, bahkan kunci rumah. Lah, pikun kali itu mah, Bang. “Bukan pikun, cuma sering kelupaan doang,” kilah Budi.

Diceritakan Budi, pertama kali mengenal Jenab di acara lamaran teman. Budi yang hanya mengantar temannya kemudian melirik Jenab yang cantik dan anggun saat mengenakan kebaya dan kerudung hitam. Keberanian Budi pun muncul dengan mengajak ngobrol Jenab meski belum saling kenal.

Beruntung, selain cantik dan anggun, Jenab juga ramah dan baik. Budi pun tidak malu saat meminta nomor telepon. Sejak itu Budi sering menelepon Jenab setiap malam. Meski Budi tidak dianugerahi wajah tampan, tapi kepercayaan dirinya bisa diandalkan. Terbukti, baru saja kenal, Budi sudah berani main ke rumah.

Meski awalnya Jenab tidak terlalu menganggap penting kehadiran Budi, tapi semakin lama, Jenab mulai jatuh hati karena Budi selalu ada di saat Jenab membutuhkan. Bahkan, Budi sering memberi uang kepada Jenab. “Waktu itu saya sudah ngajar, jadi kalau uang buat jajanin dia mah ada,” kata Budi.

Kesungguhan Budi dalam menggaet hati Jenab tidak sia-sia. Enam bulan pendekatan, mereka pun jadian. Hubungan keduanya berlanjut ke pelaminan. Mengawali rumah tangga, Budi dan Jenab tidak terlalu kesulitan ekonomi karena kedua orangtua mereka hidup berkecukupan.

Tapi, bukan berarti mereka bisa terbebas dari masalah. Baru tiga bulan berumah tangga, Budi tak sengaja menghilangkan cincin perkawinan mereka. Peristiwa itu terjadi saat Budi salat zuhur di musala sekolah, ketika wudu ia melepaskan cincinnya, kemudian ia langsung pergi tanpa mengambil cincin itu. “Ingetnya pas sudah di rumah, istri negur, cincin ke mana, lupa deh,” curhatnya.

Jenab pun mengamuk, marahnya sampai menutup diri di dalam kamar. Budi yang merasa bersalah mencoba mencari cincin tapi tidak menemukannya. Untuk membuat Jenab tidak marah lagi, Budi membeli cincin baru yang lebih mahal, tetapi Jenab tidak mau menerimanya. Seminggu lebih Jenab tidak mau berbicara dengan Budi, akhirnya Budi memilih pulang ke rumah orangtua.

Sebulan kemudian, Budi datang meminta maaf untuk kesekian kali. Beruntung Jenab sudah mulai memaafkan. Hingga kini, mereka sudah punya dua anak. Hubungan mereka tetap harmonis meski terkadang Budi suka pelupa dan menghilangkan barang milik istrinya. “Sekarang mah saya enggak pernah lepas cincin,” kata Budi menunjukkan jari manisnya. (mg06/zee/ira)