Cinta Ditolak, ABG Digilir 8 Pemuda

0
1.673 views
Kapolresto Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Hariyanto (dua kanan) menunjukkan pedang yang digunakan AM untuk mengancam korban. AM beserta lima orang rekannya juga dihadirkan saat konfrensi pers di Mapaolresto Tangerang Kota, Sabtu (2/1).

TANGERANG – Penolakan MAP (16) atas cinta AM (14), berujung petaka. Rabu (2/12) dinihari, gadis asal Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang itu pun digilir delapan pemuda.

Peristiwa tragis itu bermula saat AM berkenalan dengan MAP pada akhir tahun lalu. Setelah bertukar nomor ponsel, AM rajin menghubungi MAP melalui pesan WhatsApp. AM yang menyukai MAP pun mengutarakan perasaannya. Tetapi, MAP menolaknya.

Rabu (2/12) dinihari, AM menemui MAP di sebuah Warnet di Kampung Tanjung Burung, Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluknaga. Sembari mengeluarkan pedang AM mengancam akan membunuh MAP bila tidak mengikuti kemauannya.

Pelaku membawa korban ke semak-semak dekat Taman Naga. Di lokasi tersebut, AM menyetubuhi korban.

“Karena ketakutan, korban akhirnya mau mengikuti kemauan pelaku. Korban takut karena pedang tersebut berada di leher korban,” kata Kapolresto Tangerang Kota Komisaris Besar (Kombes) Pol Sugeng Hariyanto ditemui Tangerang Ekspres (Tangeks) di Mapolresto Tangerang Kota, Sabtu (2/1).

Usai menuntaskan hajatnya, AM mengajak gadis ABG itu ke parkiran Jembatan Kalibaru. “AM sempat meninggalkan korban selama dua jam, dan kembali membawa motor untuk boncengi korbannya,”ungkapnya.

Nah, saat korban ditinggalkan, tujuh rekan pelaku membawa korban menuju Taman Teluknaga. MAP kemudian diberikan lima butir pil eksimer. Setelah tak sadarkan diri, korban digilir di sebuah gubuk di Taman Teluknaga.

“Di gubuk itu korban diperkosa secara bergilir dan masih diancam untuk dibunuh apabila korban berteriak,” katanya.

Usai peristiwa itu, AM beserta MSR (17), NW (17), Mandri (40), Endrik (25), Vijai (19) diamankan polisi.

“Dua pelaku lagi bernama Tobing, dan Ajay masih dalam pengejaran kepolisian, dan jumlah tersangka seluruhnya ada 8 orang,” paparnya.

Kini enam pelaku telah mendekam di balik jeruji besi Mapolresto Tangerang Kota. “Keenamnya pun disangkakan Pasal 81 Undang-undang RI nomor 17 tahun 2006 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” pungkasnya. (rbnn/nda)