Cinta Modal Dengkul, Cerai Tanpa Alasan

Habis manis sepah dibuang, begitulah yang dialami Enjum (25), nama samaran, bersama mantan suami, sebut saja Imin (25). Rumah tangga yang baru seumur jagung harus kandas tanpa alasan yang jelas. 

                Rumah tangga Enjum dan Imin hanya bertahan satu tahun dan dikaruniai satu anak. Sasat ditemui Radar Banten, Enjum terlihat duduk sendiri di kursi ruang tunggu dekat papan informasi lowongan kerja di kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans). Saat ditanya soal suami, Enjum menjawab dengan nada kesal. “ke laut,’ tukasnya.

                Ia pun mulai menceritakan kisah rumah tangganya yang pahit. Diceritakan Enjum, pertemuannya dengan Imin setelah lulus SMA. Keduanya warga Kecamatan Kibin. Imin yang tertarik dengan kecantikan Enjum langsung mengajaknya berkenalan. Enjum menerima ajakan perkenalan itu. Soalnya, di mata Enjum, Imin sosoknya keren, apalagi ditunjang dengan kendaraan yang digunakannya, motor sport. Mereka pun saling bertukar nomor telepon. Selama proses pendekatan, Imin selalu bersikap baik dan perhatian yang membuat Enjum nyaman setiap diajak jalan. Sampai akhirnya mereka jadian. “Habis Mas Imin bisa bikin aku nyaman, ya terima aja jadi pacar,” akunya.

                 Sejak itu, keduanya jadi sering menghabiskan waktu berdua, jalan-jalan naik motor keliling Kota Serang. Enam bulan pacaran, mereka langsung menuju pelaminan. Enjum menerima pinangan Imin karena cinta meski Imin belum bekerja alias pengangguran. Namun, Enjum menerima apa adanya Imin dan berhasil meyakinkan keluarganya tentang keseriusan Imin. “Ya, dia janji-janji segala macam. Makanya aku percaya. Ternyata omongan dia dulu cuma rayuan gombal doang,” sesalnya.

                Mengawali rumah tangga, Enjum diajak Imin tinggal di rumah keluarganya. Awal-awal rumah tangga mereka harmonis. Enjum pun mendapat perlakuan baik dari keluarga Imin. Apa yang Enjum mau pasti dikabulkan. “Soal masak juga, ibu mertua biasanya nanya dulu saya mau makan apa. Nanti dimasakin. Siapa coba yang enggak suka dimanja sama mertua!” kenang Enjum.

                Setahun kemudian, lahirlah anak pertama. Enjum semakin dimanja oleh keluarga suami. Namun, sikap orangtua Imin yang memajakan rumah tangga mereka, ternyata tak disukai kakak-kakak Imin. Lima bulan kemudian, ayah Imin meminta mereka untuk keluar dari rumah dan belajar mendiri mengontrak.  Mereka akhirnya menerima saran orangtuanya dan mengontrak rumah di wilayah Kecamatan Kibin.

                Tiga bulan pertama, keduanya masih bertahan berumah tangga karena mendapat sokongan dana dari orangtua Imin. Semakin lama, sokongan dana mulai dihentikan karena merasa Imin jadi keenakan. Sejak itu, ekonomi rumah tangga mereka mulai kesulitan. Kondisi itu membuat Enjum dan Imin kebingungan. Enjum pun mulai meminta Imin untuk mencari kerja, tapi suaminya malah acuh dan memilih diam di rumah. Imin lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain bersama temannya.

                “Dia kayak enggak mau berusaha dan berjuang buat makan sehari-hari,” keluhnya. Sabar ya

                Perilaku Imin pun dilaporkan Enjum kepada mertua yang langsung bereaksi menegur Imin. Imin mengaku salah dan berjanji tidak akan menelantarkan anak istri. Tapi, lagi-lagi janji tinggal janji. Imin kembali mengacuhkan Enjum dan pergi dari rumah. Bukannya mendatangi Enjum dan menengok anak, Imin malah tak pernah datang lagi ke rumah seolah sudah tak peduli. Ujung-ujungnya, Imin mengaku menyerah dan tak ingin melanjutkan rumah tangganya bersama Enjum. Akhirnya, mereka bercerai.

                “Tiga bulan saya nunggu dia datang, ternyata dia memang sudah enggak sayang sama saya dan anak. Soalnya, pergi begitu saja tanpa alasan jelas. Padahal, dulu juga rumah tangga modal dengkul,” kesalnya.

                Lantaran itu, Enjum memilih fokus hidup dan mencari nafkah sendiri untuk membiayai hidup anaknya. “Ke sini anterin teman bikin surat kuning. Sekalian cari info lowongan pekerjaan,” akunya. Semangat ya, Mbak. Semoga cepat dapat pekerjaan dan diberikan rezeki berlimpah. Amin. (mg06/zai/ira)