Cinta Mulai Tumbuh, Suami Malah Selingkuh

0
644 views

Kisah rumah tangga Uneh (48) nama samaran, bak kisah cerita tokoh Siti Nurbaya. Uneh dijodokan oleh orangtuanya dengan lelaki pilihan mereka, sebut saja Udin  (51). Namun, ada pepatah tak kenal maka tak sayang, tetapi setelah Uneh merasa sayang malah dikhianati suami hingga rumah tangga mereka berantakan. Yassalam.

Ditemui Radar Banten di Kecamatan Petir, Uneh yang mengaku sehabis pulang belanja di pasar tampak kelelahan. Ya wajar, Uneh bawa seabrek barang belanjaan di motor matik yang dikendarainya. Sambil menurunkan barang, Uneh terus menggerutu tentang statusnya sebagai janda karena segala sesuatu harus mengurus sendiri. Dari situ pula, Uneh terus nyerocos menceritakan pengalaman pahitnya berumah tangga dengan lelaki yang dicintainya dulu.

Kejadiannya sekira lima tahun lalu. Semua berawal ketika Uneh dijodohkan oleh orangtua. Tak bisa menolak keinginan sang ayah untuk segera menikah, Uneh akhirnya pasrah. Dialah Udin, sang pejantan yang dijodokan dengan Uneh. Awalnya rumah tangga yang dibangun oleh Uneh dan Udin hanya cinta separuh rasa. Lama-lama Uneh tenggelam dalam lautan asmara Udin yang mampu menaklukkan hatinya. Namun, semua itu kini tinggal kenangan karena ternyata Udin mengkhianati. “Kalau ingat masa-masa itu, rasanya makan juga enggak enak, mau ngapa-ngapain juga enggak semangat,” sesal Uneh. Enggak enak kasih kucing aja Mbak.     

Uneh terlahir dari keluarga sederhana, sementara Udin dari kalangan keluarga berada. Kendati begitu, Uneh orangnya tidak mudah jatuh cinta. Apalagi, Udin ternyata teman masa kecilnya. Uneh tahu betul sikap dan karakter Udin dan jelas tidak menyukainya. Maklum Uneh jual mahal, walaupun bukan orang kaya, tapi Uneh memiliki wajah manis dan menawan. Selera anak sulung dari tiga bersaudara itu cukup tinggi dalam menentukan calon suami. “Ya bukannya sombong. Saya enggak mau menyesal nantinya. Makanya, yang jadi suami itu harus sesuai kriteria,” ujarnya. Jangan suka pilih-pilih loh nanti dapat yang lebih.

Sampai suatu hari, Uneh yang baru pulang dari pasar mendengar obrolan sayup-sayup dari ruang tamu. Setelah mengucap salam dan masuk rumah, Uneh pun melihat sosok Udin sedang duduk manis berdua dengan orangtuanya. Bak film FTV, Uneh pun diminta menemui Udin untuk lebih saling mengenal satu sama lain.

Awalnya cuma mengobrol biasa, lama-lama Udin menyinggung soal rencana pernikahan. Tentu Uneh kaget dong. Namun, persetujuan orangtua Uneh untuk menjodohkannya dengan Udin tak bisa dibantah lagi. Berpenampilan perlente dan sopan, Udin sukses menarik hati orangtua Uneh. Singkat cerita, Udin melamar Uneh dan menentukan tanggal pernikahan. Hingga hari bahagia itu datang, mereka mengikat janji sehidup semati dan resmi menjadi sepasang suami istri.

Mengawali rumah tangga, tentu saja Udin yang memang naksir duluan terhadap Uneh terus memberikan perhatian penuh terhadap istrinya dan menuruti semua kemauan istri. Meski Uneh selalu bersikap cuek, Udin seolah tak perduli.

“Gimana ya, kang. Waktu itu saya merasa enggak bahagia nikah sama dia. Namanya juga enggak cinta, ya susah meski dipaksa,” aku Uneh. Tak kenal maka tak sayang Mbak. 

Setahun kemudian, lahirlah anak pertama yang membuat Udin menunjukkan rona kebahagiaan. Uneh pun sedikit demi sedikit mulai menerima Udin. Sampai akhirnya Uneh yang kagum dengan kesabaran Udin luluh lantak dibuatnya. Perasaan itu pun timbul dengan sendirinya dalam hati Uneh dan terus berusaha untuk menyayangi suaminya itu. Prahara datang ketika pernikahan mereka memasuki usia tiga tahun. Perhatian yang selama ini ditunjukkan Udin terhadap Uneh mulai memudar. Udin tiba-tiba mulai cuek. Situasinya berbalik. Uneh yang justru semakin mencintai Udin. Sebaliknya, Udin mulai mati rasa terhadap Uneh. Ada apa ya?

Suatu hari, melalui mulut tetangga, Uneh mendapatkan gosip bahwa suaminya sedang dekat dengan wanita lain yang tak lain pelayan salon langganannya. Tak mau kehilangan Udin yang dulu sangat mencintainya sepenuh hati, sore harinya Uneh tanpa basa-basi langsung menanyakan kebenaran gosip tersebut kepada suami. Hasilnya, jawaban Udin pun membuat Uneh patah hati. “Memangnya selama ini saya nyaman dicueki kamu terus? Di depan saja saya senyum, di belakang mah nangis. Sekarang giliran ada wanita yang bikin saya nyaman, kamu malah marah-marah,” kata Uneh meniru ucapan suaminya dulu. Astaga. Bilang aja buaya, banyak ngeles tuh Mbak.

Mendengar pengakuan suaminya, seketika Uneh menitikkan air mata, menjerit, hingga meminta maaf terhadap Udin. Bahkan, sampai mencium kakinya. Namun apa daya, perasaan suaminya sudah berubah dan tak sudi lagi memalingkan wajah. Sejak itu, lebih dari satu pekan Udin tak menanggapi permintaan maaf Uneh meski ribuan bujuk rayu, Udin tetap pada keputusannya untuk menikahi selingkuhannya dan menceraikan Uneh. Sampai akhirnya mereka berpisah untuk selamanya. “Ya ada hikmahnya juga. Mungkin ini karma dan jadi pelajaran buat saya ke depannya. Mudah-mudahan, tidak terulang di kemudian hari,” harapnya. Amin. Semoga dapat pengganti yang lebih baik ya Mbak. (mg06/zai/ags)