Coba-coba Main Judi, Akhirnya Ditinggal Istri

0
783 views

Nasib sial menimpa Cimeng (42) nama samaran, dalam membina rumah tangganya. Gara-gara coba-coba main judi, Cimeng langsung ditinggal istri, sebut saja Wiwi (41). Sampai akhirnya, keduanya memilih hidup masing-masing.

Ditemui Radar Banten di Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Cimeng siang itu baru pulang melaut mencari ikan. Di rumah sederhana miliknya, Cimeng menyapa dengan ramah. Sambil mengaduk kopi hitam, Cimeng bercerita panjang lebar tentang kisah masa lalunya.

Cimeng mengaku, sampai saat ini masih mengenang mantan istrinya. Keduanya warga Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang. Perceraian dengan istrinya terjadi sepuluh tahun silam akibat sekali kesalahan yang dibuat Cimeng.

“Ya situasinya waktu itu serba salah,” curhatnya. Mending serba benar, Kang, daripada serba salah.

Cimeng mengaku beruntung pernah mendapatkan perempuan secantik Wiwi. Maklum, sosok Cimeng biasa saja. Kulitnya hitam dan berasal dari kalangan keluarga sederhana. Lain dengan Wiwi yang memang mempesona dan berasal dari keluarga berkemampuan. Namun, yang membuat Wiwi tertarik kepada Cimeng karena sifatnya yang humoris, murah senyum dan pandai bergaul. Makanya, Cimeng mampu meluluhkan Wiwi yang cukup populer. Wajar Wiwi populer dan menjadi pusat perhatian. Meski tubuhnya mungil, wajah Wiwi cukup rupawan, kulitnya putih bersih dan bodinya juga aduhai.

Cimeng mengenal Wiwi sejak masih duduk di bangku SMP. Lulus SMA, keduanya memilih bekerja di tambak rumput laut dan ikan bandeng. Dari situ hubungan keduanya semakin erat dan saling mengenalkan kepada orangtua masing-masing. Singkat cerita, Cimeng dan Wiwi sepakat menjalin hubungan hingga jenjang pernikahan. Pestanya sederhana, hiburannya juga cuma organ tunggal. Kendati begitu, mereka tampak bahagia.

Mengawali rumah tangga, perhatian Cimeng terhadap istri dan mertuanya cukup besar. Setiap punya rezeki pasti mengajak Wiwi dan ibunya makan di luar. Tak jarang Cimeng kerap membelikan baju dan perabotan rumah. Sempurnalah kehidupan mereka berdua.

Seiring berjalannya waktu memasuki dua tahun usia pernikahan, keduanya dianugerahi anak pertama. Kehidupan rumah tangga mereka pun menjadi berwarna. Sejak itu, keduanya memutuskan pisah rumah dari orangtua dengan mencicil rumah cukup sederhana. “Kebetulan saya ditawarin kerja pabrik di Cikande waktu itu, ya sudah deh kita pindah,” akunya. Iya dong harus mandiri.

Setahun berlalu, ekonomi rumah tangga mereka semakin maju. Keretakan rumah tangga mulai terasa ketika kontrak Cimeng sebagai karyawan pabrik selesai. Sejak itu, mertualah yang meneruskan pembayaran cicilan rumah. Kondisi itu membuat hubungan Cimeng dan keluarga istri renggang. Beruntung Cimeng mempunyai istri yang pengertian sehingga rumah tangga mereka masih bertahan.

Hingga suatu hari, musibah itu datang. Cimeng yang malam itu hendak menyusul Wiwi ke rumah orangtua di Desa Lontar agar pulang ke pangkuannya, di perjalanan tak bisa menolak ajakan sekumpulan warga yang asyik main judi di pos ronda. Merasa tak enak hati, Cimeng mulai nimbrung dan basa-basi. Sampai akhirnya, ia terbawa suasana dan ikut serta dalam permainan kartu. Cimeng pun langsung mengeluarkan tiga lembar uang ratusan ribu.

Awalnya dia beruntung dengan bekal kemampuan main kartu saat remaja hingga akhirnya terbuai dan melanjutkan permainan. Kartu dikocok, lembaran uang pun terselip di antara kedua kakinya. Saat asyik-asyiknya bermain kartu, Cimeng dan teman-temannya digerebek polisi yang membekuk kawanan penjudi. “Baru sekali main saya sudah ketangkep dan dibawa ke polsek,” sesalnya.

Kabar itu pun membuat citra buruk Cimeng dan keluarga istri. Wiwi pun harus menanggung malu akibat perbuatan suaminya. Bahkan, Wiwi dilarang keluarganya untuk menjenguk Cimeng di sel tahanan. Sikap keluarga istri pun membuat keluarga Cimeng berang. Sebulan kemudian Cimeng bebas. Pas pulang sudah tidak melihat istrinya di rumah karena memilih tinggal di rumah orangtuanya. Cimeng menyesali kesalahannya dan mencoba meminta maaf kepada keluarga Wiwi. Namun, apa yang terjadi, Cimeng ditolak hingga terjadilah perselisihan di antara mereka.

Sampai akhirnya keduanya sepakat untuk bercerai. Pasca bercerai, Wiwi pun menikah lagi dengan lelaki pilihannya yang baru, seorang anak bos petani. Sementara Cimeng memilih pulang ke kampung halamannya dan kembali mencari penghasilan dari hasil laut. “Mungkin ini pelajaran bagi saya supaya jangan tergoda dengan ajakan yangs sesat. Begini deh hasilnya,” sesalnya. Sabar ya, Kang. (mg06/zai/ira)