Coba Kabur, Begal Motor Dihadiahi Timah Panas

Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin memperhatikan cara pelaku melakukan aksi kejahatannya saat menggelar konferensi pers terkait kejahatan jalanan dan curanmor di Mapolres Serang Kota, Jumat (24/8).

SERANG – Empat begal kendaraan bermotor (ranmor) yang beroperasi di Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kabupaten Pandeglang diringkus polisi. Timah panas terpaksa bersarang di betis kiri salah seorang pelaku lantaran berusaha kabur dari sergapan polisi.

Keempat pelaku ialah Ucu (27), Mursani (20), Deni Sudanto (21), dan Doni Saprudin (22), dibekuk petugas Satreskrim Polres Serang Kota di lokasi berbeda.

“Satu pelaku berinisial DE terpaksa dilumpuhkan karena melakukan perlawanan dan berusaha kabur saat disergap,” kata Kapolres Serang Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Komarudin di Mapolres Serang Kota, Jumat (24/8).

Saat beroperasi, kata Komarudin, Deni Sudanto dan Doni Saparudin mengincar korban yang melintas di daerah sepi. Setelah korban melintas, kedua pelaku langsung mengadang korban sembari menodongkan senjata tajam (sajam).

“DE diamankan di rumahnya di wilayah Cilegon dan DN di wilayah Kramatwatu, Kabupaten Serang. Dari tangan keduanya petugas mengamankan satu unit sepeda motor jenis Suzuki Satria F dan satu lembar STNK,” kata Komarudin didampingi Kasatreskrim Polres Serang Kota Ajun Komisaris Polisi (AKP) Richardo Hutasoit.

Sementara, Ucu dan Mursani biasa beroperasi di Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Pandeglang. Ucu diamankan di rumahnya di daerah Cikeusik, Pandeglang. Satu kunci leter T dan delapan unit motor diamankan dari pelaku. “Biasanya dia beraksi di wilayah Kota Serang, Panimbang, Pandeglang, dan Kragilan Kabupaten Serang,” jelas Komarudin.

Mursani sendiri diamankan polisi setelah gagal saat beraksi di wilayah Kramatwatu, Kabupaten Serang. Sementara, rekan Mursani berhasil kabur. “Ini dilakukan oleh dua orang, tapi yang satu masih dalam pengejaran, identitas sudah kita ketahui,” ujar Komarudin.

Dari empat pelaku berhasil diamankan sepuluh unit motor. Keempat pelaku juga dijerat Pasal 363 KUH Pidana dan Pasal 365 KUH Pidana. “Ancaman selama tujuh tahun hingga sembilan tahun penjara,” kata Komarudin.

Perwira menengah kepolisian itu telah memerintahkan jajarannya untuk mengambil sikap tegas dan melakukan tembak di tempat buat pelaku kejahatan jalanan yang melawan.

“Satgas antibegal dan bandit ini kita lakukan karena Banten ada venue untuk Asian Games. Jadi, kami tidak segan-segan tembak di tempat untuk pelaku kejahatan,” tegas Komarudin. (Merwanda/RBG)