Coblos 199 Surat Suara, Aparat Desa Dituntut 5 Bulan

Narman Hidayat usai menjalani sidang dengan agenda pembacaan surat tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Senin (27/5).

SERANG – Narman Hidayat dituntut pidana selama lima bulan penjara dengan masa percobaan selama sepuluh bulan. Simpatisan caleg DPR RI Tb Haerul Jaman itu terbukti bersalah mencoblos 199 surat suara di tempat pemungutan suara (TPS) 8, Desa Kemuning, Kecamatan Tunjungteja, Kabupaten Serang, 17 April 2019.

“Dan, denda Rp5 juta subsider satu bulan kurungan,” kata jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Serang Sih Kanthi di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Senin (27/5).

Perbuatan Wakil Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Kemuning itu dianggap telah memenuhi unsur Pasal 510 UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Perbuatan Narman telah menyebabkan orang lain kehilangan hak pilihnya.

Narman sengaja mencoblos 49 surat suara untuk calon DPR RI Tb Haerul Jaman. Selain itu, 50 surat suara untuk capres dan cawapres nomor urut 2 Prabowo-Sandi, 36 surat suara untuk calon DPRD Provinsi Banten Fahmi Hakim, 14 surat suara calon DPRD Banten Ahmad Hidir, 30 surat suara untuk calon DPRD Kabupaten Serang A Parijal Ma’mun. “Dua puluh surat suara untuk calon DPRD Kabupaten Serang Ahmad Zaeni,” kata Khanti di hadapan majelis hakim yang diketuai M Ramdes.

Narman beralasan mencoblos surat suara tersebut lantaran Jaman merupakan putra Banten. “Cara yang saya lakukan salah, mohon keringanan, insya Allah, tidak mengulanginya lagi. Saya semata-mata ingin membangun desa,” kilah Narman

Pencoblosan surat suara itu dilakukan Narman di kediaman Ketua KPPS TPS 8 Hudromi. Sebelumnya, Rabu (17/4) sekira pukul 03.00 WIB, logistik pemilu tersebut oleh Narman beserta Suheri dan Ansori dipindahkan dari kediaman Deden ke kediaman Hudromi.

Perbuatan Narman telah mencederai pemilu yang berasaskan langsung, umum, bebas dan rahasia sebagai hal memberatkan. “Hal meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, mengakui perbuatannya, tidak berbelit belit dalam persidangan, dan bersikap sopan dalam persidangan,” kata Kanthi.

Atas tuntutan itu, Narman meminta keringanan hukuman kepada majelis hakim.(mg05/nda/ira)