Corona Ancam Pilkada 2020

0
8.754 views
Ketua Bawaslu Banten Didih M Sudi bersama Komisioner Bawaslu RI Fritz Edward Siregar (kedua kiri) dan Kepala Kesbangpol Provinsi Banten Ade Ariyanto saat menandatangani deklarasi pilkada damai, di Hotel Le Dian, Kota Serang, Jumat (13/3) malam.

Bawaslu Fokus Awasi Empat Isu

SERANG – Pilkada serentak 2020 terancam ditunda terkait wabah virus corona yang semakin meluas di Tanah Air. Bawaslu RI pun kini mulai melakukan kajian terkait perkembangan virus corona.

Hal itu diungkapkan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Fritz Edward Siregar, saat membuka kegiatan peluncuran tagline pengawasan bersama pilkada serentak 2020, yang digelar Bawaslu Banten di Hotel Le Dian, Jumat (13/3) malam.

“Pilkada 2020 ini menjadi pilkada yang paling banyak pertanyaan. Apakah virus corona menghambat tahapan pilkada 2020 atau bahkan menyebabkan pilkada ditunda,” kata Fritz dalam sambutannya.

Ia menuturkan, sejauh ini tahapan pilkada tetap berjalan sesuai rencana. Namun, melihat situasi yang berkembang saat ini, Bawaslu mulai melakukan diskusi dan kajian terkait wabah corona. “Apakah nanti Bawaslu mengeluarkan rekomendasi agar jadwal kampanye diubah atau bahkan tahapan pilkada ditunda? Itu nanti kami masih melakukan kajian,” jelasnya.

Kendati wabah virus corona mulai berimbas pada kegiatan dan agenda pemerintah, tapi Fritz memastikan Bawaslu RI, provinsi, dan kabupaten kota tetap melakukan pengawasan tahapan awal pilkada.

Menurutnya, di tengah kepanikan masyarakat dan semakin banyaknya warga yang terjangkit virus corona, Bawaslu harus tetap melaksanakan tugas yang telah direncanakannya. “Kami mengapresiasi Bawaslu Banten yang hari ini (kemarin-red) melaunching pengawasan bersama pilkada serentak 2020 dan meluncurkan website baru Bawaslu Banten. Ini membuktikan bahwa Banten siap menggelar pilkada 2020,” tegasnya.

Selain mengantisipasi wabah virus corona, Bawaslu RI, kata Fritz mengingatkan Bawaslu provinsi dan kabupaten kota untuk fokus pada empat isu utama penyelenggaraan pilkada 2020. “Terkait netralitas ASN, politik uang, ujaran kebencian, dan persoalan daftar pemilih,” tegasnya.

Ia berharap, Bawaslu diseluruh Indonesia melibatkan peran serta masyarakat dalam melakukan pengawasan. “Di tengah situasi sulit akibat virus corona, kita semua harus tetap profesional,” tuturnya.

Pilkada, tambah Fritz, bukan hanya soal memilih pemimpin. Tapi lebih dari itu. “Melalui pilkada masyarakat bisa mendapatkan edukasi politik, dan sama-sama bisa mendiskusikan persoalan bangsa,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Banten Didih M Sudi menjelaskan, Bawaslu di daerah akan tetap fokus melaksanakan tugasnya melakukan pengawasan setiap tahapan pilkada 2020. “Kekhawatiran soal virus corona tentu ada, tapi kita serahkan hal itu pada Bawaslu RI,” katanya.

Sejauh ini, lanjut Didih, pengawasan tahapan awal pilkada 2020 di Banten sudah on the track. “Bawaslu di delapan kabupaten kota telah mengawasi tahapan awal. Saat ini kita fokus pengawasan data pemilih,” ungkapnya. (den/air/ags)