Corona Bikin Pendapatan Turun, Sopir Angkum Menjerit

0
1.685 views
Satu angkutan umum trayek Serang-Mauk sedang mengetem menunggu penumpang di Jalan Serang-Jakarta, Kecamatan Kragilan, Rabu (1/4).

SERANG – Akibat wabah coronavirus disease (Covid-19) yang semakin hari semakin meningkat, membuat para sopir angkutan umum (angkum) menjerit. Pendapatan mereka anjlok karena trayek yang dilalui sepi penumpang.

Pantauan Radar Banten siang di kawasan trayek Kecamatan Ciruas-Kragilan, Rabu (1/4), sejumlah angkum hanya terparkir di tepi jalan tidak beroperasi. Sebagian angkutan umum mengetem di pinggir jalan menunggu penumpang. Kondisi itu pun dikeluhkan sejumlah sopir angkum.

Seperti yang disampaikan Sudarso, salah satu sopir angkum trayek Serang-Mauk. Katanya, sudah dua pekan pendapatannya sebagai sopir angkum menurun drastis. “Gara-gara virus korona, penumpang sepi,” keluhnya kepada Radar Banten di wilayah Kecamatan Kragilan.

Diakui Sudarso, sebelum marak kasus virus korona pendapatannya dalam sehari bisa mencapai Rp500 ribu. Sekarang, hanya Rp100 ribu per hari tidak cukup untuk menutupi setoran. Dengan penghasilan itu, ia mengaku, hanya mampu membeli bensin dan rokok. “Bingung juga ya situasinya kayak gini (mewabahnya Covid-19-red). Apalagi kan pemerintah minta warga tetap di rumah,” tukas ayah dua anak itu.

Menurut Sudarso, orang enggan naik angkum karena takut adanya penularan virus dari penumpang lain. Kendati demikian, Sudarso mengaku, akan tetap menarik penumpang untuk menutupi kebutuhan keluarganya sehari-hari. “Ya paling ngarepin penumpang karyawan pabrik di Kragilan, Kibin, dan Cikande tiap pagi sama sore,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Serang Agus Herlambang tidak menyangkal, para pengusaha angkum mengalami penurunan penghasilan akibat wabah Covid-19. Agus mengaku, tidak bisa berbuat banyak karena adanya imbauan terhadap warga agar diam di rumah. “Dampaknya memang pasti dialami sopir angkot (menyebut angkum-red), kan memang lagi masanya diam di rumah,” ujarnya.

Agus pun mengimbau agar para sopir angkum tetap menjaga kesehatan dan mengenakan masker selama menjalani profesinya untuk menghindari penularan virus corona. “Semoga situasi sulit seperti ini segera berlalu dan bisa normal kembali,” harapnya. (mg06/zai/ags)