Covid-19 Ancam PAD Cilegon

ilustrasi (foto: Istimewa)

Wajib Pajak Meminta Keringanan

CILEGON – Wabah virus corona atau Covid-19  mengancam realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Kota Cilegon tahun ini. Itu karena banyak wajib pajak yang mengeluh penurunan pendapatan selama pandemi Covid-19 sehingga mereka minta keringanan pembayaran pajak.

Hal tersebut diutarakan oleh Walikota Edi Ariadi saat menyampaikan sambutan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) 2021 di aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cilegon secara daring, Selasa (7/4).  Edi menjelaskan, pandemi Covid-19 membuat perekonomian baik pusat dan daerah terdampak cukup signifikan.

Penurunan terjadi karena sejumlah kebijakan yang dikeluarkan pemerintah  demi mencegah penyebaran virus tersebut.  Lebih lanjut, Edi menjelaskan, penurunan ekonomi akibat Covid-19 itulah yang memberikan dampak terhadap PAD yang telah direncanakan oleh Pemkot Cilegon.

“Covid-19 berdampak pada kondisi perekonomian baik pusat maupun daerah, terbitnya PMK (Peraturan Menteri Keuangan-red) tentang insentif pajak terdampak Covid-19 berdampak terhadap penurunan bagi hasil pajak daerah. Sektor perdagangan dan jasa secara langsung juga berdampak terhadap penurunan pendapatan asli daerah,” papar Edi.

Sementara Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Dearah (BPKAD) Kota Cilegon Maman Mauludin menjelaskan, dampak Covid-19 kini mulai dirasakan oleh sejumlah wajib pajak di Kota Cilegon.

Akibat wabah ini, wajib pajak seperti restoran dan perhotelan mengalami penurunan pendapatan yang sangat signifikan. Bahkan beberapa harus menutup usaha mereka untuk sementara waktu hingga masa pandemi ini usai.  Akibat kondisi itulah, sejumlah wajib pajak sudah mengajukan keringanan pajak kepada BPKAD Kota Cilegon.

“Kan pemerintah pusat sudah memberikan arahan, pemerintah daerah harus memberikan insentif tentang penundaan atau penjadwalan ulang pembayaran pajak. Pemerintah daerah bisa memberikan keringanan akibat terjadi saat ini,” ujar Maman.

Kondisi tersebut, lanjut Maman, sangat memengaruhi PAD Kota Cilegon karena selama ini sektor pajak menjadi andalan pendapatan Pemkot Cilegon.  Saat disinggung besaran dampak yang diakibatkan Covid-19, Maman mengaku belum bisa menjelaskan, karena baru bisa diketahui usai evaluasi selama semester satu.  “Nanti di semester pertama ada evaluasi, nanti terlihat, berapa besar yang harus terkoreksi,” ujarnya. (bam/alt/ags)