Covid-19 Memaksa Tertib Sosial

0
313 views

Oleh Satibi

Sekretaris DKM Baiturrahman Polda Banten dan Anggota Satgas Covid-19 MUI Banten

Coronavirus disease (Covid-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis virus corona yang baru ditemukan. Virus Corona (CoV) merupakan famili virus yang menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-SoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV).

Pada 11 Februari 2020, WHO mengumumkan nama virus Corona jenis baru tersebut adalah Corona Virus Disease 2019 (disingkat menjadi Covid-19). Hingga saat ini menjadi pandemi yang belum dapat diketahui kapan virus ini akan berakhir, bahkan orang yang terkonfirmasi/positif Covid-19 terus mengalami peningkatan.

Berbagai upaya dilakukan Pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19, mulai dari physical distancing, penerapan pembatasan sosial berskala besar, penelusuran kontak dari kasus terkonfirmasi atau positif Covid-19, isolasi mandiri, penyiapan vaksin serta pengetatan aktivitas yang memaksa masyarakat membatasi aktivitas sosial. Hal ini dilakukan karena minimnya tingkat disiplin dan kepedulian masyarakat terhadap protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang sudah ditetapkan.

Sinergitas antar Pemerintah dengan berbagai lembaga dan elemen masyarakat dalam mengedukasi dan memberikan tindakan tegas terhadap masyarakat menjadi langkah yang efektif dalam menertibkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dalam beraktivitas sehari-hari sehingga terwujud tertib sosial.

Kewajiban setiap orang untuk mematuhi protokol kesehatan sebagai langkah mencegah mata rantai penyebaran Covid-19 dengan melaksanakan 3 M yakni memakai masker, menjaga jarak aman, dan mencuci tangan. Patuh dan disiplin memakai masker patuh, patuh dan disiplin cuci tangan pakai sabun pada air yang mengalir, dan disiplin menjaga jarak.

Pentingnya mengedukasi penggunaan masker meliputi cara memilih, cara memakainya dengan benar, serta cara membuangnya untuk menghindari penularan ke orang lain, bukan sebatas ‘yang penting’ memakai masker, menggunakan masker untuk melindungi diri dan orang lain dari droplet atau tetesan air liur yang keluar saat batuk, berbicara, atau bersin yang bisa menjadi salah satu penyebaran virus.

Rajin mencuci tangan menggunakan sabun pada air mengalir agar tangan tetap bersih dan terlindung dari virus dan atau gunakan hand sanitizer sesaat dan sesudah menyentuh benda apa pun. Selanjutnya disiplin menjaga jarak aman minimal satu hingga dua meter dengan orang lain, hal ini termasuk menjauhi kerumunan, kita tidak bisa mengetahui dalam kerumunan itu terdapat orang yang memang sudah terpapar Covid-19 dan atau orang tanpa gejala yang menjadi pembawa virus.

Penerapan protokol kesehatan dengan menjalankan 3 M dalam beraktivitas diluar rumah sebagai langkah mewujudkan tertib sosial, hal ini sesungguhnya wujud ketaatan seseorang, sebagaimana diperintahkan agar menaati putusan hukum dari siapapun yang berwenang menetapkan hukum. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran Surat An-Nisa ayat 59 secara berturut-turut dinyatakan-Nya; wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dalam perintah-perintah-Nya yang tercantum dalam Al-Quran dan taatilah Rasul-Nya, yakni Muhammad SAW dalam segala macam perintahnya, baik perintah melakukan sesuatu, maupun perintah untuk tidak melakukannya, sebagaimana tercantum dalam sunnahnya yang shahih, dan perkenankan juga perintah ulil amri, yakni yang berwenang menangani urusan-urusan kamu. Selama mereka merupakan bagian di antara kamu wahai orang-orang mukmin, dan selama perintahnya tidak bertentangan dengan perintah Allah dan Rasul-Nya.

Menurut penjelasan Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah, makna ulil amri dalam bentuk jamak tidak mutlak dipahami dalam arti badan atau lembaga yang beranggotakan sekian banyak orang, tetapi bisa saja mereka terdiri dari orang perorang, yang masing-masing memiliki wewenang yang sah untuk memerintah dalam bidang masing-masing. Katakanlah seorang polisi lalu lintas yang mendapat tugas dan pelimpahan wewenang dari atasannya untuk mengatur lalu lintas. Ketika menjalankan tugas tersebut, dia berfungsi sebagai salah satu ulil amri. Termasuk satuan tugas Covid-19 yang diberikan tugas menertibkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.

Bahkan mengabaikan dan ketidakpedulian mematuhi protokol kesehatan dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 adalah bentuk perbuatan dharar (madarat, menimbulkan bahaya) terhadap diri sendiri dan/atau orang lain yang hukumnya haram, dan pelakunya berdosa. Mematuhi protokol kesehatan tersebut hukumnya wajib. Hal ini telah diingatkan dalam hadits Rasulullah SAW, “Bahwa ada dua nikmat yang umumnya manusia terlena, kurang bahkan tidak peduli memanfaatkannya, yaitu kesehatan dan waktu luang (HR. Al-Bukhari dari Ibnu ‘Abbas R.A)

Cara terbaik mengalahkan pandemi adalah dengan memutus transmisi atau penularan karena mencegah lebih baik daripada mengobati, perilaku disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan penecagahan Covid-19 dengan menerapkan 3M, dimulai dari diri kita sendiri, sebagaimana disabdakan dalam hadits Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam Ibda’ Binafsika tsumma Man Ta’ulu, “mulailah dari dirimu dan orang-orang yang ada di sekitarmu.” Semoga kita terhindar dari penyebaran Covid-19 dan senantiasa dalam lindungan Allah SWT. (*)